Dukung Kaliurang Bersolek, Dispar Siap Tanam Pohon dan Perbaiki Gardu Pandang

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Rabu, 29 Agustus 2018 15:15 WIB
Dukung Kaliurang Bersolek, Dispar Siap Tanam Pohon dan Perbaiki Gardu Pandang

Jip wisata melintas di salah satu sudut di Dusun Kaliurang Timur, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Senin (27/8/2018). Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman berencana menanam pohon di kawasan wisata Kaliurang. Penanaman yang bakal dilakukan saat masuk musim hujan tersebut merupakan respons atas munculnya inisiatif warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Prana Binangun yang menggelar Kaliurang Bersolek sebagai upaya mempercantik kawasan wisata andalan Kabupaten Sleman itu. "Kami sangat senang dan mendukung kegiatan Kaliurang Bersolek," kata Sudarningsih, Selasa (28/8/2018).

Ia mengatakan sebagai bentuk dukungan pada November atau setelah masuk musim penghujan Dispar bakal menanam pohon di Kaliurang. Selain itu, beberapa objek wisata seperti Tlogo Putri dan Gardu Pandang juga dibenahi. "Menara pandang yang sudah lama tidak diperbaiki akan ditempel batu-batu biar terlihat lebih cantik," kata Sudarningsih. Selain itu, Dispar menyiapkan seni instalasi seperti untuk menarik minat wisatawan.

Menurut Sudarningsih, Kaliurang menjadi andalan dalam mencapai target kunjungan wisata tahun ini. Pada 2018 Dispar menargetkan jumlah kunjungan pariwisata sebanyak delapan juta wisatawan. Pada 2017, realisasi kunjungan mencapai 7,2 juta wisatawan, lebih tinggi dari target yang dipatok yakni enam juta kunjungan wisatawan.

Sudarningsih mengatakan kontribusi sektor pariwisata untuk pendapatan asli daerah (PAD) Sleman mencapai sekitar 22% dari total PAD. Salah satu sumber PAD dari sektor wisata yaitu retribusi di kawasan wisata Kaliurang.

Ketua Pokdarwis Prana Binangun, Bejo Wiryanto, mengatakan saat ini warga yang masuk dalam kawasan wisata Kaliurang belum menikmati hasil dari wisata Kaliurang. "Masyarakat hanya jadi penonton. Pemkab Sleman yang mendapat pemasukan dari retribusi tidak pernah memberikan bantuan kepada masyarakat," kata Bejo, Senin (27/8/2018).

Bejo berharap dengan adanya Kaliurang Bersolek, Pemkab Sleman bisa lebih memperhatikan. "Minimal memberi bantuan alat-alat untuk membersihkan rumput, atau memperbaiki infrastuktur lainnya," ujar Bejo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online