Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi pungli/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SMPN 2 Playen Gunungkidul diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap orang tua siswa. Hal ini terungkap dari unggahan warganet di salah satu grup media sosial warga Gunungkidul beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah foto menunjukan secarik kertas berisi permintaan sumbangan minimum Rp800.000. Permintaan sumbangan itu ditujukan kepada orang tua yang rencananya akan dipakai untuk menopang program kegiatan SMPN 2 Playen tahun ajaran 2018/2019 yang tidak didanai oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun APBD.

Kepala SMP N 2 Playen, Suripto membenarkan jika surat tersebut memang ditujukan untuk orang tua siswa. Namun dia menampik tudingan jika itu merupakan praktik pungli.
Sebab kata dia, sebelum surat itu terbit pengurus komite sekolah telah berkoordinasi dengan para wali murid pada Sabtu (8/9). "Kalau dikatakan pungutan saya rasa kok kurang tepat karena itu sudah dirembuk melalui rapat pengurus komite. Kemudian komite berkoordinasi dengan orang tua untuk bermusyawarah. Saat itu tidak ada yang keberatan," ucapnya saat ditemui awak media, di SMPN 2 Playen, Desa Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa (18/9/2018).
Dikatakannya surat tersebut juga masih dalam bentuk sosialisasi. Sehingga jika orang tua tidak setuju maka pihak komite tidak akan melanjutkan.
Soal batas minimum nominal sumbangan, Suripto mengaku tidak tahu menahu apa pertimbangannya. Menurut dia hal itu sudah ditentukan oleh penentuan pengurus komite. "Kami tidak tahu soal itu [batas minimum nominal sumbangan]. Dari sebelumnya kami juga tidak pernah mematok minimal sumbangan," ucapnya.
Dia menjelaskan permintaan sumbangan ini untuk membantu pendanaan dalam kegiatan yang tidak didanai oleh BOS. Di antaranya untuk membiayai les, ekstrakulikuler, pramuka, keikutsertaan lomba dan kegiatan sejenis lainnya.
Sekolah, lanjut Suropto juga tidak pernah menarget total sumbangan yang diterima. Seluruh sumbangan yang ada dikelola pengurus komite.
Adapun dana BOS yang diterima SMPN 2 Playen tahun ini sekitar Rp382 juta. Sesuai dengan jumlah siswa sekolah tersebut sebanyak 382 siswa dengan perhitungan Rp1 juta per siswa. Dana BOS yang diterima itu, menurut Suripto tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan yang telah ditentukan pihak sekolah.
"Kalau dari dana BOS bisa mencukupi, tentunya kami tidak melibatkan kontribusi orang tua siswa. Dan yang patut dimengerti tidak semua menyumbang, ada juga orang tua yang perekonomiannya lemah, maka kami tidak menarik," ujar dia.
Atas peristiwa ini dia mengaku telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul pada Senin (17/9) kemarin. Pihaknya dan komite sekolah diminta untuk mengevaluasi adanya sumbangan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.