Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Petugas dari UPT Metrologi Bantul sedang melakukan pengecekan terhadap peralatan timbangan yang dimilik pedagang di Pasar Piyungan, Rabu (19/9/2018). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi, Dinas Perdagangan Bantul melakukan sidang tera ulang timbangan di Pasar Piyungan, Rabu (19/9/2018). Pengecekan dan perbaikan timbangan dilakukan sebagai upaya menjaga akurasi dalam takaran.
Kepala UPT Metrologi Bantul, Henry Hartanti mengatakan pelaksanaan sidang tera ulang timbangan di Pasar Piyungan berjalan dengan lancar. Puluhan timbangan milik pedagang dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga akurasi takaran dalam penimbangan saat ada proses transaksi jual beli.
“Sebelum diperbaiki, dicek terlebih dahulu apakah timbangan berfungsi normal atau tidak,” kata Hartanti di sela-sela kegiatan sidang tera ulang, Rabu (19/9/2018).
Menurut dia, sidang tera ulang yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan UPT Metrologi. Sebelum pelaksanaan di Pasar Piyungan, kegiatan ini sudah terselenggara di Pasar Imogiri, Niten dan Bantul.
“Setiap pelaksanaan dilakukan selama tiga hari. Di dalam proses ini, pedagang yang ingin mengecek timbangan akan dilayani oleh petugas yang telah kami persiapkan,” ungkpanya.
Dijelaskan Hartanti, pelaksanaan tera ulang timbangan memiliki banyak manfaat. Selain untuk memastikan timbangan berfungsi dengan normal, juga sebagai cara memberikan perlindungan kepada konsumen, sehingga pada saat ada transaksi jual beli tidak ada yang dirugikan.
“Coba kalau timbangannya tidak akurat, pasti salah satu pihak akan dikecewakan. Jadi dengan proses tera dan perbaikan ini bertujuan mengurangi potensi tersebut,” tutur dia.
Hartanti pun berharap, para pedagang rutin melakukan pengecekan terhadap timangan yang digunakan. Menurut dia, paling baik setiap satu tahun dilakukan pengecekan satu kali.
“Ini penting, apalagi timbangan yang digunakan secara terus menerus lama kelamaan akan rusak. Guna menghindari kerusakan, maka harus rutin dilakukan pengecekan,” katanya lagi.
Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul Yus Warseno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kegiatan tera ulang ke pasar-pasar. Diharapkan dengan sosialiasi ini dapat memberikan pemahaman kepada pedagang tentang pentingnya penggunaan timbangan sesuai standar.
“Kita harapkan pedagang bisa mengerti dan rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tujuannya agar proses jual beli jauh berjalan dengan baik dan dari praktik-praktik kecurangan yang bisa merugikan konsumen,” katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har
Helicopter parenting atau pola asuh terlalu protektif bisa hambat perkembangan anak. Dari sulit ambil keputusan hingga risiko depresi, ini dampaknya. Simak penj