Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Petugas dari UPT Metrologi Bantul sedang melakukan pengecekan terhadap peralatan timbangan yang dimilik pedagang di Pasar Piyungan, Rabu (19/9/2018). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi, Dinas Perdagangan Bantul melakukan sidang tera ulang timbangan di Pasar Piyungan, Rabu (19/9/2018). Pengecekan dan perbaikan timbangan dilakukan sebagai upaya menjaga akurasi dalam takaran.
Kepala UPT Metrologi Bantul, Henry Hartanti mengatakan pelaksanaan sidang tera ulang timbangan di Pasar Piyungan berjalan dengan lancar. Puluhan timbangan milik pedagang dilakukan pemeriksaan dan perbaikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga akurasi takaran dalam penimbangan saat ada proses transaksi jual beli.
“Sebelum diperbaiki, dicek terlebih dahulu apakah timbangan berfungsi normal atau tidak,” kata Hartanti di sela-sela kegiatan sidang tera ulang, Rabu (19/9/2018).
Menurut dia, sidang tera ulang yang dilakukan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan UPT Metrologi. Sebelum pelaksanaan di Pasar Piyungan, kegiatan ini sudah terselenggara di Pasar Imogiri, Niten dan Bantul.
“Setiap pelaksanaan dilakukan selama tiga hari. Di dalam proses ini, pedagang yang ingin mengecek timbangan akan dilayani oleh petugas yang telah kami persiapkan,” ungkpanya.
Dijelaskan Hartanti, pelaksanaan tera ulang timbangan memiliki banyak manfaat. Selain untuk memastikan timbangan berfungsi dengan normal, juga sebagai cara memberikan perlindungan kepada konsumen, sehingga pada saat ada transaksi jual beli tidak ada yang dirugikan.
“Coba kalau timbangannya tidak akurat, pasti salah satu pihak akan dikecewakan. Jadi dengan proses tera dan perbaikan ini bertujuan mengurangi potensi tersebut,” tutur dia.
Hartanti pun berharap, para pedagang rutin melakukan pengecekan terhadap timangan yang digunakan. Menurut dia, paling baik setiap satu tahun dilakukan pengecekan satu kali.
“Ini penting, apalagi timbangan yang digunakan secara terus menerus lama kelamaan akan rusak. Guna menghindari kerusakan, maka harus rutin dilakukan pengecekan,” katanya lagi.
Kepala Bidang Sarana dan Distribusi Perdagangan, Dinas Perdagangan Bantul Yus Warseno mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kegiatan tera ulang ke pasar-pasar. Diharapkan dengan sosialiasi ini dapat memberikan pemahaman kepada pedagang tentang pentingnya penggunaan timbangan sesuai standar.
“Kita harapkan pedagang bisa mengerti dan rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. Tujuannya agar proses jual beli jauh berjalan dengan baik dan dari praktik-praktik kecurangan yang bisa merugikan konsumen,” katanya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.