Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi (dua dari kanan) melepas burung dalam pembukaan Lomba Burung Berkicau Walikota Cup IV, Minggu (14/10/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan penggemar burung mengikuti Lomba Burung Berkicau Wali Kota Cup IV di Lapangan Balai Kota Jogja, Minggu (14/10/2018). Kegiatan yang merupakan rangkaian dari HUT ke-262 Kota Jogja itu diharapkan dapat mendorong giat ekonomi kreatif.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menjelaskan lomba burung berkicau bisa menjadi tempat pertemuan dan komunikasi para komunitas pecinta burung. Karena itu dalam event tersebut pihaknya menghadirkan sejumlah komunitas pecinta hewan unik untuk turut hadir meramaikan lomba tersebut.
"Kami ingin jadikan event satwa baik burung dan lainnya ini punya agenda rutin, sehingga komunitas bisa bertemu, karena dengan ini akan menjadi destinasi wisata. Kalau ada agenda yang pasti, masyarakat ingin nonton bisa langsung datang," ujarnya dalam pembukaan lomba burung berkicau, Minggu.
Melalui event itu pula, dia berharap bisa memberikan nilai tambah pada ekonomi yang bisa dikategorikan ekonomi kreatif. Lantaran praktik itu harus melalui proses panjang para anggota komunitas sehingga menghasilkan burung piawai berkicau atau satwa lain yang bisa memenangkan.
Acara itu secara aktif akan mendorong para anggota komunitas burung berkicau untuk mampu menghadirkan anakan burung berkicau sehingga ada nilai perkembangan bisnis.
Heroe meminta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja memberikan fasilitas kepada komunitas satwa seperti burung agar mereka mempunyai pertemuan rutin dalam beberapa bulan sehingga bisa turut memantau peningkatan pertumbuhan komunitas. "Tujuannya mendorong ekonomi kreatif dari sektor satwa. Ini kami harapkan dari Wali Kota Cup IV jadi tidak sekadar memperingati HUT Kota Jogja tetapi juga mendorong potensi pertumbuhan ekonomi ini diteruskan," kata dia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto mengatakan dalam event tersebut menyelenggarakan dua kelas dengan 20 kategori. Semua tahapan event tersebut telah dikoordinasikan dengan BKSDA DIY sehingga berjalan sesuai aturan yang berlaku. "Kami juga menghadirkan komunitas pecinta satwa seperti burung, sugar glider, iguana dan lain-lain sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat," ujar dia.
Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau Wali Kota Cup IV Nugroho menambahkan kegiatan itu diikuti ratusan ekor burung. Dari total 1.200 tiket yang ia sediakan, sekitar 70% lebih telah habis terjual jauh hari sebelumnya dan sisanya dibeli saat di lokasi. Menurut dia Wali Kota Cup IV banyak diminat pecinta burung berkicau karena memberikan dampak harga burung tersebut.
"Kami memang memprioritaskan untuk warga DIY karena untuk mencari potensi burung yang unggul, kami dengan tiket yang murah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.