Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi perawatan LPJU/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hingga saat ini Kabupaten Kulonprogo masih kekurangan sekitar 14.000 lampu penerangan jalan umum (PJU). Terbatasnya anggaran untuk pengadaan menjadi penyebab minimnya PJU. Merujuk data Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, total PJU yang dibutuhkan di Bumi Binangun sebanyak 16.696 PJU, sedangkan lampu yang telah terpasang saat ini baru ada 2.454 unit dengan rincian 964 unit di jalan kabupaten, 1.040 unit di jalan provinsi dan 450 unit di jalan nasional.
"Artinya baru 14,7 persen PJU yang terpenuhi," ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Penerangan Jalan Dishub Kulonprogo, Iswanta, saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Selasa (16/10/2018).
Dia mengungkapkan belum terpenuhinya PJU khususnya yang menjadi wewenang Dishub Kulonprogo yakni di jalan kabupaten lantaran minimnya anggaran pengadaan dari APBD Kulonprogo. Tercatat alokasi anggaran untuk PJU pada 2018 sebesar Rp2,1 miliar. Dari dana tersebut Dishub baru bisa memasang 215 PJU untuk tahun ini. "Dibanding dengan kabupaten lain di DIY, alokasi APBD yang kami terima untuk pengadaan PJU tergolong rendah," ucap Iswanta.
Alhasil, dengan minimnya anggaran membuat Dishub kesulitan untuk merealisasikan pemenuhan jumlah PJU. "Ya mau bagaimana lagi. Anggaran yang ada kami manfaatkan seoptimal mungkin, tetapi kalau untuk pemenuhan keseluruhan kebutuhan tidak cukup dalam satu dua tahun ke depan," beber Iswanta.
Dikatakan Iswanta, Pemkab Kulonprogo memiliki wacana kerja sama antara pemerintah dan badan usaha. Hal itu menurutnya bisa menjadi alternatif membantu anggaran pemenuhan PJU. Namun sampai hari ini rencana itu belum terealisasi.
Optimalkan Perawatan
Selain pemenuhan realisasi jumlah PJU, tantangan yang dihadapi Dishub Kulonprogo adalah menjaga fasilitas penerangan publik tersebut tetap terjaga. Hal ini sangat penting agar anggaran tidak semakin membengkak.
Tim Teknis UPTD Pengelola Penerangan Jalan Dishub Kulonprogo, Sutardiono, mengatakan jajarannya rutin melakukan pemantauan dan perawatan PJU. Aktivitas tersebut dilakukan dua kali dalam sebulan. "Kami bagi menjadi tiga kelompok, di zona utara, tengah dan selatan. Perawatan rutin kami lakukan. Kami juga siap melakukan perbaikan sesuai laporan dari masyarakat," ucapnya.
Sutardiono mengatakan untuk saat ini seluruh PJU yang ada dalam kondisi baik. Jika ada laporan kerusakan dan keluhan masyarakat, jajarannya langsung terjun ke lokasi untuk perbaikan. "Kalau ada laporan langsung kami tindaklanjuti. Di tiap PJU juga sudah ada stiker imbauan yang menerangkan jika ada kerusakan bisa langsung menghubungi kami melalui call center yang tercantum," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.