RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi (kiri) dan Konsultan Pusat Kemasan DIY, Irmawan Jati Nugroho, saat memberikan materi pelatihan kemasan pada pelaku UMKM, Rabu (24/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Banyak pelaku usaha pemula yang mengabaikan kemasan produk, padahal kemasan menjadi salah satu pendukung untuk melejitkan penjualan.
Konsultan Pusat Kemasan DIY, Irmawan Jati Nugroho mengatakan persaingan usaha di berbagai sektor semakin ketat, para pelaku usaha dituntut untuk berkreasi agar produknya mampu bersaing dengan produk lain. Salah satu kreativitas yang sering diabaikan adalah teknik pengemasan prdoduk.
"Kebanyak pelaku usaha pemula saya lihat tidak menyadari pentingnya kemasan," kata Jati dalam acara Pelatihan Kemasan yang digelar di Dinas Perdagangan, Rabu (24/10).
Pelatihan cara pengemasan produk tersebut diikuti 30 pengusaha pemula di bidang kuliner dan kerajinan. Jati mengatakan banyak produk yang kualitasnya biasa, namun menjadi luar bisa dengan pengemasan yang menarik bagi konsumen.
Bukan hanya sekadar bicara, namun Jati juga telah membuktikannya sendiri. Ia berjualan pisang keju awalnya hanya dikemas dengan dus warna putih biasa, dan hasil penualannya biasa saja. Pria yang aktif di Google Gapura Digital ini pun mencoba mengubah kemasan jualannya dengan mencantumkan informasi produk dan nomor telepon. "Penjualannya jadi meningkat. Apalagi setelah kemasan dicetak bagus," kata dia.
Karena itu bagi dia, kemasan sangat menentukan keberhasilan penjualan sebuah produk. Ia pun sudah melakukan berbagai penelitian kualitas produk dalam berbagai pameran dengan mendesain berbagai kemasan. Hasilnya kemasan yang paling unik yang banyak terjual.
Jati juga memberikan beberapa tips cara pengemasan yang baik di antaranya adalah kemasan yang bagus dan pas sesuai ukuran produk, kemasan dapat melindungi produk, mengandung informasi lengkap produk mulai dari kandungan makanan, izin, hingga logo halal.
Kepala Dinas Perdagangan, Subiyanta Hadi, mengatakan pelatihan kemasan sengaja digelar untuk para pelaku usaha pemula sebagai bahan untuk mengembangkan usahanya. Ia berharap pelaku usaha bisa mempraktikannya selesai pelatihan.
Setelah banyak kemasan produk yang menarik, pihaknya juga akan membantu melalui berbagai pameran di Bantul dan luar daerah. “Pameran di Bantul misalnya melalui grebek pasar dan Bantul Ekspo. Pengiriman peserta pameran di luar daerah akan digilir sesuai dengan tema pameran,” ujar dia.
Selain Irmawan Jati Nugroho dan Subiyanta Hadi, narasumber dalam pelatihan kemasan tersebut adalah Agus Sumardoso, pemilik Bakpia Tiga Mutiara. Agus lebih memaparkan sikap pelaku usaha dalam menjalankan usaha, seperti ketekunan, tutur kata, dan tingkah laku pengusaha. Karena sikap pelaku usaha bisa memengaruhi penjualan produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 lengkap. Rute Malioboro ke pantai selatan seperti Parangtritis dan Drini, tarif mulai Rp12.000.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal DAMRI YIA Jogja 2026 lengkap dengan rute dan tarif. Cek titik keberangkatan dan jam bus ke Bandara YIA.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Daftar rute Trans Jogja 2026 lengkap beserta tarif terbaru. Cek jalur bus yang menghubungkan berbagai wilayah di Jogja.