Pilur Serentak Gunungkidul, 91 Calon Bertarung di 31 Kalurahan
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Logo Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, pembangunan gedung di lingkup pemkab belum memiliki ciri khas tersendiri. Menurut dia, pembangunan masih bertema umum sehingga belum menunjukan karakter asli di Gunungkidul.
“Belum ada dan masih seperti biasa,” kata Sri kepada Harianjogja.com, Selasa (30/10/2018).
Meski belum ada keunikan dalam pembangunan, lanjut dia, sesuai dengan surat edaran dari bupati, ada ketentuan dalam pemasangan ornamen diharuskan menggunakan material asli dari Gunungkidul.
Sebagai contoh, pada saat akan memasang ornamen batu alam untuk memperindah kantor, pembangunannya harus menggunakan batu yang berasal dari wilayah sendiri.
“Kalau untuk bentuk bangunannya memang belum ada, tapi pada saat menambah ornamen ada ketentuan harus menggunakan material lokal,” tuturnya.
Ditambahkannya, hingga saat ini, gedung yang dibangun menunjukan karakter keistimewaan baru terlihat dalam pembangunan taman budaya di ringroad utara, Kota Wonosari.
“Kalau yang menunjukan karakteristik keistimewaan baru di taman budaya, sedang untuk yang lain belum ada ciri khas tertentu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 91 calon mengikuti Pilur serentak Gunungkidul di 31 kalurahan. Sebanyak 23 calon merupakan lurah petahana.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.