Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi/Twitter-Ireyogya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Peringatan Hari Sumpah pemuda dijadikan momentuk bagi generasi muda untuk lebih peduli di sektor pertanian. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi usai mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda di Alun-Alun Wonosari, Senin (29/10/2018).
Menurut dia, partisipasi pemuda di bidang pembangunan sudah banyak, di antaranya bidang kepariwisataan atau kebudayaan. Namun, untuk sektor pertanian masih minim. Hal ini dibuktikan para petani yang didominasi orang tua.
“Kami berikan apresiasi para pemuda yang ikut mengembangkan kepariwisataan hingga budaya, tapi yang tak kalah penting sektor pertanian harus ikut diperhatikan,” kata Immawan kepada wartawan.
Dia menyakini, partisipasi pemuda di sektor pertanian akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan di bidang agraris ini. Selain sebagai proses regenerasi petani, campur tangan pemuda diharapkan membawa sentuhan moderenitas sehingga memberikan dampak baik terhadap sentra produksi pertanian.
“Kita berharap para pemuda mau ikut dalam perkembangan pertanian. Sebab dari sisi potensi masih sangat menjanjikan dan sangat prospek baik dari sisi ekonomi dan sosial,” tutur dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto tidak menampik jika kondisi petani didominasi oleh orang tua. Untuk menggerakan para pemuda untuk ikut terjun di dunia pertanian, dua mengaku sudah menyiapkan beberapa program. Salah satunya dengan meminta petugas penyuluh tani yang tersebar di desa-desa untuk membina tiga hingga empat pemuda tani.
“Kita akan terus melakukan sosialisasi karena peran pemuda sangat penting agar sektor pertanian tetap bisa berkembang,” katanya.
Selain itu, sambung Bambang, untuk kembangan juga menggerakan pemuda tani. Di dalam program ini, para pemuda diberikan bantuan khusus untuk pengembangan pertanian hortikultura.
“Sudah mulai dirintis seperti di Desa Kelor dan Bleberan,” katan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkembunan ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.