Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan masyarakat tidak perlu panik dengan fenomena guguran lava pijar Gunung Merapi yang terjadi belakangan. Dia meminta agar masyarakat dengan iklhas menerima aktivitas Merapi yang dikenal sebagai gunung teraktif di dunia.
"Yowes, ikhlas saja menerima dengan kondisi wajar saja. Yang penting dengan aktivitas Merapi bagaimana kita mewaspadai, bagaimana kita menyikapinya. Nek wedhi ya keluar dari Jogja saja," jawab Sultan, Senin (17/12/2018).
Sultan berharap agar Merapi tidak dianggap sesuatu yang membahayakan. Pasalnya, Merapi mempunyai kegiatan rutin di mana empat tahun sekali melakukan aktivitasnya, karena Merapi gunung teraktif di dunia.
"Begitu aktif, ya kita proporsional saja, bagaimana mewaspadai, mengantisipasi kalau terjadi letusan-letusan. Karena lava hanya mengalir, diwaspadai saja," kata Sultan.
Selama ini, lanjutnya, warga di lereng Merapi sudah tidak mempersoalkan lagi aktivitas Merapi. Mereka sudah akrab dan mawas diri ketika menghadapi Merapi.
"Barang-barang tidak dimasukkan dalam lemari, tapi sudah masuk dalam koper. Begitu aktif, koper digowo lungo. Pers hendaknya menfasilitasi agar warga jangan panik," ujar Sultan.
Sekadar diketahui, guguran lava Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu (16/12/2018) sekitar pukul 19.08 WIB. Jarak luncuran lava hanya 300 meter, tidak jauh berbeda dengan guguran lava pijar yang terjadi sebelumnya. Aktivitas tersebut bahkan terpantau jelas dari Stasiun CCTV Deles.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, Hanik Humaida mengatakan guguran lava pijar yang terjadi kemarin merupakan hal yang biasa. Fenomena tersebut umumnya terjadi pada fase pertumbuhan kubah lava baru.
Balai bahkan mencatat, guguran lava pijar terjadi sejak 22 Agustus lalu. Hanya saja saat itu, guguran mengarah ke dalam kawah bukan ke luar kawah.
"Jadi tidak perlu panik karena fenomena itu sudah biasa terjadi. Itu [guguran lava] terjadi sejak 22 Agustus. Kalau sebelumnya guguran ke dalam kawah saat ini mulai ke luar kawah. Jaraknya sekitar 300 meter ke arah selatan, ke arah Kali Gendol,” ujar Hanik, Senin (17/12/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.