Serangan Ubur-ubur di Pantai Gunungkidul Diprediksi Hingga September
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Ilustrasi jaringan PLN/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hujan deras disertai angin kencang di Dusun Mertelu Wetan, Mertelu, Gedangsari, Selasa (25/12/2018) pagi mengakibatkan sebuah pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun aliran listrik di wilayah Mertelu sempat terputus karena pohon menimpa kabel milik PLN hingga putus.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul Tugiyo mengatakan, pohon tumbang yang mengakibatkan jaringan listrik terputus diketahui milik Suparmono. Pascakejadian, TRC telah mendapatkan laporan dan menerjunkan personel untuk melakukan proses evakuasi.
“Kita langsung datang dan melakukan tindakan penanganan,” katanya kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, pohon tumbang tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena lokasi jauh dari rumah warga. Namun akibat peristiwa ini, pasokan listrik di Mertelu terganggu karena instalasi milik PLN terputus.
“Sempat terjadi hubungan arus pendek listrik karena kabel yang tertimpa pohon menyatu sehingga ada asap yang mengepul. Namun demikian, semua dapat diatasi,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki. Menurut dia, untuk penangan pohon tumbang di Mertelu, TRC tidak bekerja sendirian karena harus melakukan koordinasi dengan PLN.
“Sudah dikomunikasikan dan proses perbaikan telah dilakukan,” katanya.
Menurut dia, warga harus waspada terhadap potensi angin kencang. Berdasarkan pemetakan dari BPBD, diketahui seluruh wilayah memiliki potensi kerawanan yang sama.
“Merata karena angin kencang bisa terjadi dimana dan kapan saja,” katanya.
Guna mengurangi risiko saat terjadi angin kencang, Edy mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati. salah satu upaya pencegahan dilakukan dengan memangkas dahan dan ranting pohon yang telah rimbun.
“Kita tidak tahu kapan terjadi musibah, jadi untuk kewaspadaan ada baiknya pohon di sekitaran rumah yang telah rimbun dipangkas sehingga potensi pohon tumbang bisa dikurangi,” ungkapnya.
Edy menambahkan, selain ancaman angin kencang, di Gunungkidul juga terdapat potensi banjir dan tanah longsor. Untuk potensi banjir, kerawanan tertinggi berada di wilayah sepanjang aliran Sungai Oya, Sungai Besole. Sedang untuk longsor kerawanan tersebar di tujuh kecamatan mulai dari Purwosari, Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin dan Ponjong.
“Untuk warga yang tinggal di daerah rawan, kami minta selalu siaga karena intensitas hujan yang semakin tinggi, maka potensi longsor juga meningkat,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Kapten tim voli Venezuela Willner Rivas ditemukan meninggal bersama istri dan anaknya setelah tertimbun reruntuhan selama 11 hari akibat gempa La Guaira.
cara ampuh kosongkan memori HP tanpa hapus aplikasi: bersihkan cache, gunakan Google Files, dan kelola file WhatsApp. Simak langkah-langkahnya di sini!
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Disdikpora Bantul menyiapkan regrouping satu SD negeri di Dlingo yang terus kekurangan murid dan tidak membuka pendaftaran siswa baru pada SPMB 2026.
Osmar Loss dikabarkan lebih dekat ke Dewa United sebagai pelatih baru. Jurnalis Italia bantah rumor Loss ke Persib Bandung. Simak update bursa transfer Liga.