Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Sampah yang berada di tepian pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Selasa (4/12/2018)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA - Teka-teki penyebab kematian penyu di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo terjawab. Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) menggandeng Fakultas Biologi UGM melakukan observasi terhadap seekor penyu berjenis Lekang yang ditemukan mati semula diduga karena memakan sampah plastik tersebut.
Dosen Fakultas Biologi UGM Donan Satria Yudha mengungkapkan, ketika saya membedah isi perut penyu tersebut memang tidak ditemukan plastik. Timnya bongkar sampai perutnya tapi tidak ditemukan plastik sama sekali.
“Saya malah temukan ada ikan buntal di dalam perut penyu tersebut. Habis makan ikan buntal sepertinya," ungkap Donan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12/2018).
Lebih lanjut, Donan menjelaskan jika berdasarkan foto yang beredar di media sosial, sepintas penyu yang ditemukan mati di Pantai Congot ini seperti mengeluarkan plastik dari lubang pembuangannya.
Tetapi setelah dilakukan pengecekan, kata Donan, benda yang diduga plastik itu bukanlah plastik melainkan organ dalam penyu yang keluar dari lubang pembuangan.
"Saya pegang, saya raba itu bukan plastik. Dari hasil rabaan memang bukan plastik tapi organ dalam yang keluar. Karena kalau matikan melembung dan pecah," tukas Donan.
Donan menyebut jika kematian penyu tersebut bukanlah disebabkan oleh plastik seperti yang banyak disampaikan sejumlah LSM dan penggiat anti kantong plastik. Meskipun demikian Donan menyebut jika penyebab kematian penyu tersebut harus dicari tahu lebih lanjut.
"Kemungkinan besar memang tidak mati karena plastik. Karena tidak kita temukan plastik dari penyu itu," kata Donan.
Sekedar informasi penyu berjenis Lekang ditemukan mati ini ditemukan oleh pemancing dan aktivis Wild Water Indonesia (WWI) Kulonprogo yang tengah mencari ikan. Penyu ini akhirnya dikubur di sekitar Pantai Congot.
Terlepas dari penyebab kematian penyu tersebut, tentunya pemerintah harus segera menerapkan manajemen sampah terpadu yang dapat meminimalisir terbawanya sampah hingga ke laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.