Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Duka untuk Lionel Messi
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Sampah yang berada di tepian pantai Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Selasa (4/12/2018)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA - Teka-teki penyebab kematian penyu di Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo terjawab. Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) menggandeng Fakultas Biologi UGM melakukan observasi terhadap seekor penyu berjenis Lekang yang ditemukan mati semula diduga karena memakan sampah plastik tersebut.
Dosen Fakultas Biologi UGM Donan Satria Yudha mengungkapkan, ketika saya membedah isi perut penyu tersebut memang tidak ditemukan plastik. Timnya bongkar sampai perutnya tapi tidak ditemukan plastik sama sekali.
“Saya malah temukan ada ikan buntal di dalam perut penyu tersebut. Habis makan ikan buntal sepertinya," ungkap Donan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12/2018).
Lebih lanjut, Donan menjelaskan jika berdasarkan foto yang beredar di media sosial, sepintas penyu yang ditemukan mati di Pantai Congot ini seperti mengeluarkan plastik dari lubang pembuangannya.
Tetapi setelah dilakukan pengecekan, kata Donan, benda yang diduga plastik itu bukanlah plastik melainkan organ dalam penyu yang keluar dari lubang pembuangan.
"Saya pegang, saya raba itu bukan plastik. Dari hasil rabaan memang bukan plastik tapi organ dalam yang keluar. Karena kalau matikan melembung dan pecah," tukas Donan.
Donan menyebut jika kematian penyu tersebut bukanlah disebabkan oleh plastik seperti yang banyak disampaikan sejumlah LSM dan penggiat anti kantong plastik. Meskipun demikian Donan menyebut jika penyebab kematian penyu tersebut harus dicari tahu lebih lanjut.
"Kemungkinan besar memang tidak mati karena plastik. Karena tidak kita temukan plastik dari penyu itu," kata Donan.
Sekedar informasi penyu berjenis Lekang ditemukan mati ini ditemukan oleh pemancing dan aktivis Wild Water Indonesia (WWI) Kulonprogo yang tengah mencari ikan. Penyu ini akhirnya dikubur di sekitar Pantai Congot.
Terlepas dari penyebab kematian penyu tersebut, tentunya pemerintah harus segera menerapkan manajemen sampah terpadu yang dapat meminimalisir terbawanya sampah hingga ke laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Cristiano Ronaldo menyampaikan dukungan kepada Lionel Messi setelah ayahnya, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.