Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi kenaikan gelombang di Pantai Baron, Gunungkidul, DIY./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II DIY memprediksi gelombang di kawasan pantai selatan akan kembali normal. Meski demikian, para pengunjung dan nelayaan diminta untuk tetap berhati-hati.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, meski terjadi puncak gelombang setinggi tiga pada Minggu (6/1/2019), kondisi di pesisir selatan Gunungkidul aman terkendali. “Kami bersyukur meski ada kenaikan tinggi gelombang semuanya masih aman-aman saja,” kata Marjono kepada Harianjogja.com, Minggu.
Menurut dia, berdasarkan prakiraan cuaca, dalam beberapa hari ke depan kondisi gelombang relatif normal karena tidak ada kenaikan. Meski demikian, ia tetap berharap kepada masyarakat, khususnya pengunjung dan nelayan untuk tetap berhati-hati agar tidak tertimpa musibah kecelakaan laut.
“Kewaspadaan itu sangat penting karena untuk keselamatan diri sendiri. Misal bagi pengunjung tidak bermain di area yang berbahaya,” ungkapnya.
Marjono mengatakan, untuk pengamanan pihaknya sudah menyiapkan personel dan siap memberikan bantuan pada saat terjadi peristiwa yang membutuhkan pertolongan. “Petugas kami siap membantu, tapi untuk memaksimalkan dalam mencegah terjadi hal-hal yang tak diinginkan juga butuh partisipasi dari masyarakat,” imbuhnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II DIY Surisdiyanto. Menurut dia, peristiwa laka laut di kawasan pantai sering kali terjadi karena faktor manusia. Salah satunya karena pengunjung tidak mengindahkan dan menghirauan peringatan dari petugas.
“Kami sudah sering memberikan peringatan untuk berhati-hati dan tidak bermain di area berbahaya, tapi sering kali pula pengunjung tidak menghiraukan,” katanya.
Sementara itu, untuk para nelayaan, Suris berharap pada saat melaut menggunakan alat pengaman diri seperti jaket pelampung. Menurut dia, jaket pelampung ini sangat bermanfaat pada saat terjadi kecelakaan seperti kapal terbalik.
“Keselamatan adalah hal yang utama. Jadi lebih baik mengantisipasi, salah satunya dengan menggunakan jaket pelampung pada saat mencari ikan di laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.