Anak Lepas Gadget di Festival Dolanan Tradisional Suryodiningratan
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Ilustrasi Difabel./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Kendati seluruh kabupaten dan kota di DIY telah memiliki Perda berkaitan dengan penyandang disabilitas namun implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal. Karena itu pemerintah diminta komitmennya dalam menjalankan Perda tersebut demi terwujudnya hak-hak bagi penyandang disabilitas.
Koordinator Divisi Difabel Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Arni Surwanti sangat mengapresiasi Pemda DIY dan kabupaten kota yang telah memiliki payung hukum perlindungan hak bagi penyandang disabilitas. Perda itu sangat penting, utamanya dalam memberdayakan kaum penyandang disabilitas yang selama ini selalu dianggap sebavai objek semata tanpa diberdayakan.
"Kami mendorong konvensi penyandang disabilitas ini terimplementasikan di tingkat daerah [oleh pemerintah kabupaten kota] harapannya hak difabel tidak hanya di implementasikan level internasional tetapi juga pada level kabupaten/kota," kata dia dalam diskusi di Graha Suara Muhammadiyah, Selasa (8/1).
Dia mengatakan meski di DIY sudah memiliki Perda, namun perwujudannya tidak cukup dengan ada Perda saja tetapi juga harus bisa dioperasionalkan. Sehingga pemerintah sebagai pemangku utama kebijakan diharapkan punya andil dalam penerapan Perda tersebut. kelanjutan dari itu harapkan bernagai kebijakan bisa diimplementasikan.
"Penerapan Perda belum sepenuhnya maksimal, sehingga kami mendorong bisa diterapkan dan penyandang disabilitas mendapatkan haknya," katanya.
Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamin menambahkan penyandang disabilitas termasuk kelompok yang kurang diuntungkan dalam proses pembangunan selama 2018. Karena faktanya masih ada beberapa fasilitas umum yang belum sepenuhnya ramah bagi kelompok ini. Pihaknya terus berupaya melakukan pendekatan secara struktural dengan pemerintah agar dalam proses pembangunan bisa mempertimbangan fasilitas bagi difabel.
"PBB menyebut 10% dari jumlah penduduk adalah penyandang disabilitas, jumlah ini kalau tidak terdata dengan baik di level daerah maka hak-haknya tidak bisa terlayani dengan baik," katanya.
Yamin juga sepakat penyandang disabilitas harus diberikan pendampingan untuk pemberdayaan sehingga bisa mandiri. Pihaknya telah melaksanakan program itu dengan menyasar berbagai kelompok penyandang disabilitas di DIY. "Kami selalu berusaha mengingatkan kepada pemangku kepentingan agar memperhatikan kelompok masyarakat disabilitas ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.