BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus mengupayakan penambahan desa tangguh bencana (Destana) di Sleman sampai target semua desa memiliki destana di 2021. Sampai saat ini masih ada 41 desa di Sleman yang belum tersentuh destana.
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono, mengatakan sejak program digulirkan pada 2012 baru ada 45 desa tangguh bencana di Sleman. "Targetnya di 2021 semua desa mempunyai destana. Tahun ini kami targetkan ada penambahan 12 destana," kata Joko saat ditemui Harian Jogja, Selasa (8/1/2018). Khusus untuk 2018 ada penambahan delapan destana sesuai target yang ditetapkan.
Joko mengatakan di awal pembentukan destana wilayah yang diprioritaskan yaitu wilayah yang mempunyai potensi bencana akibat dari erupsi Gunung Merapi. Setiap tahun penambahan terus dilakukan. Kini BPBD bakal menggarap destana di wilayah Sleman Barat.
Destana di Sleman dibagi dalam potensi bencana yang berbeda-beda. "Ada akibat dari erupsi Gunung Merapi di wilayah Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, Ngemplak. Kemudian sejumlah desa di Prambanan yang memiliki potensi longsor. Untuk wilayah Sleman barat ada potensi bencana seperti anging puting beliung," kata Joko.
Materi yang diberikan guna mitigasi bencana dilakukan berbeda dengan melihat potensi bencana yang ada. Ia berharap hasil dari adanya destana di tiap desa bisa semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana.
"Minimal desa punya budaya sadar dan budaya pengurangan risiko bencana. Selain itu di beberapa desa kami mendorong agar bisa memanfaatkan keuangan desanya itu untuk mitigasi bencana, seperti pembelian peralatan mitigasi, atau untuk pembangunan jalur evakuasi seperti yang dilakukan sejumlah desa di Lereng Gunung Merapi," ujar Joko.
Kepala Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Heri Suprapto, mengatakan selain destana, Pemdes Kepuharjo juga melakukan mitigasi melalui sekolah siaga bencana (SSB) di beberapa sekolah yang masuk wilayah Desa Kepuharjo. "Dari destana kami berikan pemahaman terkait dengan potensi bencana dan upaya mitigasinya kepada masyarakat secara luas," kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.