Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Suasana di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari, Rabu (18/12/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pembangunan bandara baru di Kabupaten Kulonprogo berpotensi mengurangi angka kunjungan wisata ke Gunungkidul. Dewan bahkan menyatakan alarm sudah berbunyi dengan tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata di 2018.
Sebagai langkah antisipasi Bupati Gunungkidul, Badingah, meminta Dinas Pariwisata (Dispar) untuk terus berinovasi sehingga destinasi wisata di Bumi Handayani tetap memiliki daya tarik bagi pengunjung.
Kekhawatiran Badingah bukan tanpa alasan. Pemindahan bandara komersial dari Bandara Adisutjipto ke New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo membuat jarak antara pusat transportasi ke destinasi wisata di Gunungkidul semakin jauh. Hal ini membuat wisatawan khususnya yang menggunakan moda transportasi udara akan berpikir ulang untuk berkunjung ke Gunungkidul. Di sisi lain, Jawa Tengah yang lokasinya lebih dekat dengan bandara baru terus berbenah dalam pengembangan di sektor kepariwisataan.
“Di sana [Jawa Tengah] terdapat Candi Borobudur dan kawasan pantai. Kalau Pemkab Gunungkdul diam saja, maka wisatawan tidak mau datang sehingga berpengaruh terhadap tingkat kunjungan,” kata Badingah kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).
Menurut dia untuk saat ini masih belum terlambat karena pembangunan bandara masih dalam proses sehingga masih ada waktu untuk bebenah. Badingah menuturkan potensi berkurangnya tingkat kunjungan wisatawan akibat pemindahan baru ke Kulonprogo juga sudah disampaikan ke Dispar Gunungkidul agar terus berinovasi sehingga destinasi wisata terus memiliki daya tarik. “Sudah saya perintahkan agar terus melakukan pengambangan dan inovasi,” katanya.
Badingah menyakini apabila inovasi dan kreativitas dalam mengelola pariwisata terus dilakukan maka dapat menjadi daya tarik sehingga pengunjung tetap mau berwisata ke Gunungkidul. “Kami juga sangat berharap adanya dampak terhadap pembangunan Kelok 18 di perbatasan Bantul-Gunungkidul karena akses ini nantinya memiliki daya tarik bagi wisatawan. Jadi saya harap pembangunan Kelok 18 bisa segera dirampungkan,” kata Badingah.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Edi Susilo, mengatakan pengembangan pariwisata di Gunungkidul sudah mendapatkan alarm peringatan dengan tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata di 2018. Menurut dia pendapatan yang tidak memenuhi target ini harus dijadikan evaluasi sehingga pariwisata tidak mengalami kemunduran.
Edi menjelaskan tidak tercapainya PAD wisata bukan semata-mata karena faktor bencana alam dan gelombang tinggi yang terjadi di kawasan pantai. Namun, menurut Edi, juga disebabkan karena masih belum dimaksimalkannya potensi wisata yang dimiliki. “Tidak boleh diam dan harus terus berinovasi dengan memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.