Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, saat meninjau Bendungan Jowinantang di Dusun Ngampo, Desa Pacarejo. Selasa (29/1/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemerintah Desa (Pemdes) Pacarejo, Kecamatan Semanu, bakal mengembangkan Bendungan Jowinantang di Dusun Ngampo menjadi kawasan agrowisata. Pasalnya, di kawasan ini tidak hanya untuk mengembangkan sektor pariwisata, tapi juga berpotensi dalam pengembangan tanaman hortikultura.
Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, menyatakan pembangunan kawasan Jowinantang dimulai sejak 2017. Saat ini Pemdes mengalokasikan Rp70 juta untuk membangun bendungan. Tak behenti di situ, di tahun lalu ada gelontoran anggaran Rp590 juta dari Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah dari Pemerintah Pusat.
Anggaran ini, menurut Suhadi, dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, pendopo hingga taman. “Saat ini belum selesai karena masih banyak program yang dijalankan. Namun anggaran yang sangat terbatas menjadi kendala karena di sisi lain kami harus meratakan pembangunan di seluruh dusun,” kata Suhadi kepada Harian Jogja, Selasa (29/1/2019).
Menurut dia Bendungan Jowinantang memilik banyak potensi karena dapat dimanfaatkan untuk kepariwisataan atau mendukung sektor pertanian. Untuk wisata air di bendungan jernih dan alur sungai sepanjang hampir 1,5 kilometer dapat dimanfaatkan untuk wisata susur sungai dengan kano. “Untuk pengelolaan potensi wisata kami sudah berkoordiansi dengan karang taruna. Masih banyak yang harus dibenahi tetapi dengan potensi yang ada bisa menjadi alternatif untuk berwisata air,” katanya.
Di sisi lain, potensi bendungan juga dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. Rencananya di sekitar bendungan akan dikembangkan tanaman hortikulutra mulai dari buah-buahan, tanaman cabai hingga sayuran.
“Air bendungan tidak pernah mengering, saat kemarau bisa dimanfaatkan pengairan. Untuk pengembangan tanaman buah, kami bakal mendapat bantuan bibit jambu deli dari Pemkab Gunungkidul,” katanya.
Salah seorang warga Dusun Ngampo, Desa Pacarejo, Sunarto, berharap Bendungan Jowinantang bisa menjadi destinasi wisata. Menurut dia dari sisi potensi bendungan tersebut memiliki pemandangan yang bagus dan cocok untuk pengembangan wisata air. “Saat ini pengunjung belum banyak, tapi setiap hari sudah banyak pemancing yang mencari ikan di bendungan,” katanya.
Dia yakin apabila bendungan bisa disulap menjadi destinasi wisata akan menggerakan roda ekonomi. “Kalau ada wisatawan yang datang, maka akan ada warung-warung yang buka dan inilah pertanda adanya perputaran roda ekonomi yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya pada Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.