Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi sampah. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sedikitnya sembilan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS 3R) di Kulonprogo belum bisa memaksimalkan pengelolaan sampahnya.
TPS bermodel 3R itu ditargetkan hanya menghasilkan 30% sampah residu yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Kenyataannya, buangan residu sampah dari TPS 3R bisa sampai 60% padahal TPAS di Desa Banyuroto, Kecamatan Nanggulan, kapasitasnya tidak besar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Persampahan Air Limbah dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Toni mengatakan TPS 3R baru dibentuk pada 2013.
“Sampai saat ini jumlahnya hanya sembilan,” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (7/2/2019). Toni menegaskan idealnya setiap desa memiliki TPS 3R sedangkan untuk kondisi saat ini, bagi desa yang tidak mempunyai TPS 3R bisa ikut mengolah sampahnya di TPS 3R terdekat.
Residu sampah rata-rata yang dibuang TPS 3R bisa mencapai 60% karena tidak diolah dengan maksimal. Kendala ketidakmaksimalkan itu berasal dari sumber daya manusianya mengingat SDM di masing-masing TPS 3R cuma sedikit.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo menyebutkan rata-rata tiap tahunnya timbunan sampah yang dihasilkan di Kulonprogo mencapai sekitar 200.000 kubik. Sementara TPS 3R hanya bisa mengelola sampah sampai sekitar 11.000 kubik per tahunnya.
Selain dengan TPS 3R, Pemkab Kulonprogo juga mencoba olah sampah dengan adanya bank sampah. Sampai saat ini di Kulonprogo ada 116 bank sampah. Bank sampah tersebut bisa mengolah sampah sampai sekitar 3.000 kubik per tahunnya.
Namun, menurut Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Heni Hermawati, dari 116 bak sampah tersebut, ada yang tidak aktif. “DLH coba mendorong pembentukan bank sampah sampai tingkat dusun. Jadinya sampah di tingkatan dusun tidak kemudian langsung dibuang, tapi bisa diolah di bank sampah,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o