UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Wali kota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) bersama PJ Direktur Utama PT. Patra Jasa Hari Tjahya Wibowo seusai penandatangan nota kesepakatan antara Pemkot dan Patra Jasa di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat (22/2/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja berkerja sama dengan PT. Patra Jasa akan membangun Jogja sebagai kawasan bisnis terintegrasi untuk mendukung sentra ekonomi kreatif. Langkah tersebut dilakukan dengan cara membangun Pusat Ekonomi Kreatif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan kawasan tersebut nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 3,9 hektare yang berada di bilangan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Jogja. Kawasan tersebut utamanya akan difokuskan untuk pembangunan sentra ekonomi kreatif.
Meski begitu, kawasan tersebut diharapkan juga menjadi wadah bagi proses pengembangan seni dan budaya masyarakat Jogja. Termasuk nantinya dapat menjadi destinasi wisata baru bagi para wisatawan.
Dia berharap, pertumbuhan pariwisata dan perekonomian Jogja bisa ikut tumbuh. "Dengan pengembangan kawasan terpadu ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan berbagai bisnis untuk menarik minat kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara," katanya seusai penandatangan Mou antara Pemkot dengan Patrajasa di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Jumat (22/2/2019).
Menurut Haryadi, pengembangan pariwisata di Jogja juga tidak terlepas dari prinsip Gandeng Gendong yakni pengembangannya harus memberikan manfaat langsung bagi warga, bukan justru dinikmati masyarakat luar. "Warga Jogja juga harus merasakan manisnya iklim pariwisata yang semakin kompetitif," ujarnya.
Penanggung Jawab Direktur Utama PT. Patra Jasa Hari Tjahya Wibowo mengatakan pada kawasan tersebut nantinya akan dibangun Convention Centre yang akan digunakan untuk layanan MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition). Tak tanggung-tanggung, Convention Centre dengan kapasitas tampung lebih dari 3.000 orang itu digadang-gadang bakal jadi yang terbesar di Kota Jogja.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot yang memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kami untuk dapat membangun kawasan bersama, yang diharapkan akan dapat menunjang pertumbuhan pariwisata dan perekomonian wilayah Jogja. Ini bisa menjadi contoh pengembangan kawasan bagi pemerintah di daerah lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.
KAI menambah rangkaian dan perjalanan kereta pada 7 September 2026. Cek rute kereta tambahan dari Jakarta, Jogja, hingga Surabaya.
Simak ramalan 12 zodiak untuk 7-13 September 2026 soal karier, finansial, hubungan, pertemanan, akademik, dan peluang baru.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan 15 Desember 2026. Komisi III menekankan aturan tak boleh jadi alat abuse of power.