Reformasi Polri Perlu Diperkuat untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Tujono, peternak itik asal Jetis, Bantul (berdiri) berbagi cerita pada peserta bedah buku di Balai Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Jumat (22/2/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Peluang usaha ternak itik masih cukup besar di wilayah Bantul. Pasalnya saat ini permintaan pasar cukup tinggi, baik dari sisi dagingnya, telurnya, hingga usaha pemotongan itik.
Hal itu disampaikan oleh Tujono, salah satu peternak itik asal Kecamatan Jetis, Bantul, saat acara bedah buku berjudul Beternak Itik Tanpa Bau Tanpa Angon yang digelar di Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Jumat (22/2/2019).
Tujono mengaku memulai usaha ternak bebek sejak 2008 lalu. Saat ini dia sudah memiliki 15 rekanan yang meminta pasokan setiap harinya, mulai dari permintaan telur, penetasan, daging, hingga itik indukan. Dia mengelola ternak bersama sebanyak 20 orang yang tergabung dalam Koperasi Ngudi Mulyo.
Usaha ternak itik milik Tujono ini menjadi salah satu percontohan yang banyak dikunjungi dari petani dan pemerintah berbagai daerah untuk belajar. Menurut Tujono meski sudah banyak peternak itik di Bantul namun pasokan masih kurang, "Untuk telor itik saja masih harus mendatangkan dari luar daerah, karena suplai dari Bantul masih kurang," kata Tujono.
Norbertus Kaleka, penulis buku Beternak Itik Tanpa Bau Tanpa Angon mengatakan ternak itik memang mudah dilakukan oleh siapapun, bahkan oleh ibu rumah tangga. Peluang usahanya pun banyak sehingga bisa dikerjakan oleh perorangan maupun oleh kelompok. Namun persoalannya meman cara pengelolaannya yang kurang dipahami. "Jadi terkadang orang malas beternak itik karena polusi, bau, becek dan terkesan jorok. Padahal itu bisa diatasi," kata Norbertus.
Dalam menulis buku setebal 191 lembar itu ia telah mempelajari sejumlah peternakan itik yang dianggap sukses dari sejumlah wilayah. Menurut dia, yang membuat kandang itik bau karena memang cara memberikan pakan dan minum yang asal-asalan sehingga kotorannya menjadi basah dan bau. Padahal ada proses pengolahan pakan dan minum yang tidak menimbulkan bau, salah satunya pakan harus melalui proses permentasi.
Selain itu minuman juga bisa dicampur dengan rempah yang ada di sekitar masyarakat. "Bahan mudah didapat. Hanya masyarakat yang belum tahu," kata dia. Dalam bukunya Norbertus juga memberikan panduan pemula beternak itik, cara pembuatan kandang, pemilahan bibit itik unggul, hingga tata cara mengobati itik ketika sakit.
Selain Tujono, bedah buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY tersebut juga menghadirkan pembicara dari Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul Joko Waluyo dan Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Atmaji.
Kasi Pengembangan Minat dan Budaya Baca BPAD DIY, Aris Widiyanto mengatakan dalam bedah buku sebagai bagian dari kegiatan pemasyarakatan perpustakaan dan minat baca tersebut sengaja menghadirkan penulis buku dan praktisinya langsung, dengan harapan masyarakat dapat memahami isi buku sekaligus dapat mengaplikasikannya. "Dengan meningkatnya mianat baca akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Kokola Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban berupa sapi limosin di Ciamis
Kadin DIY mengenang 20 tahun Gempa Jogja 2006 dengan menyoroti gotong royong lintas sektor dalam pemulihan pascabencana.
Empat WNA China jadi tersangka PETI di hutan Nabire setelah operasi Satgas PKH Halilintar temukan tambang emas ilegal.
DPP Gunungkidul memastikan temuan cacing hati pada hewan kurban Iduladha 2026 sangat minim dan daging memenuhi standar ASUH.
Donald Trump mengancam Oman terkait Selat Hormuz. CNN menyebut 15 negara pernah jadi target ancaman atau serangan AS.