Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ratusan peserta memadati acara Millennial Road Safety Festival yang digelar di Titik Nol Kilometer Kota Wonosari, Minggu (3/3/2019). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Polres Gunungkidul menggelar acara puncak Millennial Road Safety Festival di Titik Nol Kilometer, Kota Wonosari, Minggu (3/3/2019). Acara ini bertujuan mengampanyekan berkendara yang aman bagi anak muda sehingga tingkat kecelakaan bisa ditekan.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady, mengatakan puncak Millennial Road Safety Festival dilaksanakan secara serempak di DIY pada Minggu. Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk hiburan, tetapi juga memiliki misi untuk menyadarkan generasi muda agar menaati peraturan lalu lintas. “Tujuannya jelas yakni agar tingkat kecelakaan di Gunungkidul bisa ditekan,” katanya kepada wartawan, Minggu.
Dia menuturkan, tingkat kecelakaan yang melibatkan anak muda di Gunungkidul terhitung tinggi. Oleh karena itu acara Millennial Road Safety Festival yang digelar merupakan gerakan bersama dalam upaya ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas. “Dalam acara ini ada deklarasi untuk menekan tingkat kecelakaan di Gunungkidul oleh anak-anak muda. Harapannya dengan deklarasi upaya pencegahan dapat optimal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko. Menurut dia, jumlah pelanggaran lalu lintas di Gunungkidul didominasi oleh anak di bawah umur. “Persentasenya bisa mencapai 70 persen,” kata Mega.
Diduga banyaknya pelanggaran yang dilakukan anak di bawah umur terjadi karena para pelajar membawa kendaraan untuk pergi ke sekolah. Guna mengatasi permasalahan ini Mega berjanji akan meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait dengan keselamatan berlalu lintas. “Harapannya dengan Millennial Road Safety Festival dapat memberikan pemahaman kepada anak muda terkait dengan berkendara yang baik dan benar,” kata Mega.
Disinggung mengenai tingginya pelajar membawa kendaraan ke sekolah karena tidak ada moda transpotasi umum yang memadai, Mega mengungkapkan hal tersebut tidak bisa menjadi pembenaran. Sesuai dengan aturan dalam berlalu lintas, anak di bawah umur tidak boleh membawa kendaraan sendiri.
Guna mengatasi hal ini ia menyarankan kepada orang tua untuk lebih perhatian kepada anak. Ketiadaan moda transportasi ke sekolah bisa disiasati dengan kegiatan antar jemput. “Justru kalau membiarkan anak di bawah umur bebas naik kendaraan sendiri malah berbahaya karena risiko terjadi kecelakaan lebih tinggi. Jadi kalau benar sayang, kalau tidak ada kendaraan umum, maka solusinya dengan antar jemput sehingga lebih aman dan bisa menjalin kedekatan dengan anak lebih akrab lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.