Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, WONOSARI—Dinas Kebudayaan Gunungkidul sejak tahun lalu rutin menulis sejarah desa. Kegiatan ini diharapkan tidak sebatas rutinitas, tetapi bisa menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kepala Bidang Sejarah Bahasa dan Sastra, Dinas Kebudayaan Gunungkidul Sigit Pramudyanto mengatakan tahun ini jawatannya menargetkan penulisan sejarah di 45 desa. Adapun bentuk penulisan menyangkut sejarah desa dari pendekatan antropologi.
Dia mengakui banyak kendala dalam proses penulisan inim seperti keterbatasan sumber daya manusia dan sumber tertulis. “Idealnya ada sumber tertulis dan juga lisan sehingga lebih komprehensif, tapi sayangnya penggalian sumber berdasarkan wawancara karena sumber tertulis masih sangat jarang khususnya menyangkut data sebelum kemerdekaan,” kata Sigit, Kamis (7/3/2019).
Penulisan sejarah desa sudah dimulai sejak tahun lalu. Rencananya, seluruh desa akan memiliki buku sejarah desa kami 2021 mendatang. “Ini kami lakukan bertahap dan harapannya di 2021 semua desa sudah menulis sejarah desa masing-masing.”
Pemerhati sejarah di Gunungkidul Markus Yuwono menyambut baik penulisan sejarah desa oleh Dinas Kebudayaan Gunungkidul. Menurut dia, program ini bisa menjadi sarana mengetahui asal usul hingga perkembangan desa. “Sejarah ini penting karena lewat rekonstruksi ulang kejadian masa lalu bisa kita ketahui bagaimana sebuah desa dari awal berdiri hingga perkembangannya sekarang seperti apa,” kata Markus.
Markus mengharapkan kepada Dinas Kebudayaan benar-benar memperhatikan hasil penulisan sehingga karya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bukan sekadar asal tulis.
Alumnus Ilmu Sejarah Universitas Sanata Dharma ini mengatakan Pemkab Gunungkidul dapat mendatangkan ahli dalam bidang kesejaharan untuk pendampingan.
“Pendampingan ini sangat penting agar karya yang dihasilkan benar berkualitas dan bukan hanya asal kegiatan terlaksana.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Indonesia dan India menyepakati restorasi Candi Prambanan serta konservasi situs UNESCO sebagai penguatan diplomasi budaya kedua negara.
Rumor iPhone lipat Apple 2026 disebut tertunda akibat masalah engsel. Caviar lebih dulu memperkenalkan iPhone Fold edisi mewah.
KAI Bandara mencatat 1,34 juta penumpang di DIY selama Semester I 2026. Penumpang KA Bandara YIA Reguler naik 5,05 persen.
Pemilik McLaren yang terbelah di Sukoharjo, YouTuber Andra, mengklarifikasi penyebab kecelakaan dan membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.