RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kota Jogja memberikan klarifikasinya terkait protes warga Bantul terkait pembangunan drainase di Kotagede. Pemkot memastikan pembuangan air hujan dari drainase di Jalan Mondorakan ke sungai Gajahwong tidak terlalu membahayakan.
Kepala DPUPKP Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan berdasarkan hasil penghitungannya, drainase yang dilebarkan dari 80 x 80 sentimeter menjadi 1, 8x 1,8 meter di Jalan Mondorakan. Aliran sungai di sekitar talut sungai Gajahwong atau hilir drainase hanya akan menambah arus sekitar tiga meter kubik per detik atau peningkatan aliran sekitar 20 sentimeter.
"Tambahan arus itu posisi hujan paling besar ya atau volume air maksimal. Saya kira tidak terlalu membahayakan," kata Agus Tri, Rabu (13/3/2019).
Menurut dia, tambahan arus air itu sama saja ketika ada hujan lebat. Pihaknya hanya memperbesar saluran drainase agar tidak terjadi genangan air di sekitar Jalan Mondorakan, kawasan pemukiman Prenggan, dan sekitar Pasar Kotagede.
Perbaikan drainase yang dibiayai dana keistimewaan itu bukan hanya untuk satu sampai dua tahun melainkan samai 20 tahun ke depan agar kawasan Kotagede menjadi lebih tertata. Selama ini air hujan di Jalan Mondorakan memang mengalir ke barat kawasan Tegalgendu dan ke selatan Pasar Kotaede.
Agar lebih tertata pihaknya menyatukan aliran air hujan menjadi satu dalam drainase yang dibuang lansung ke sungai Gajahwong di Tegalgendu. Tetapi ia mengakui, bagian ujung pembuangan drainase masuk wilayah Bantul. Sementara talut bagian barat saluran drainase masuk wilayah kota yang sudah tertata rapi.
Pihaknya tidak memungkinkan memperbaiki talut yang bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kota Jogja. "Kalau kami otak-atik talut yang bukan menjadi kewenangan kota yang salah," ujar Agus Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.