Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Penampilan seni kerakyatan Kubrosiswo Siswomudo dari Tempel, Sleman, sebagai pembuka Gelar Seni TBY Bulan Maret 2019./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kebudayaan DIY, senantiasa mengapresiasi kekayaan seni budaya yang dimiliki masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan menggelar kegiatan Gelar Seni TBY setiap sebulan sekali.
Koordinator Lapangan Gelar Seni TBY, Wastianto mengatakan acara kali ini merupakan acara kedua pada 2019. Seni pertunjukan yang berlangsung di panggung outdoor TBY dari pukul 11.00-17.00 WIB ini melibatkan sejumlah kelompok seni tradisi yang tersebar di DIY.
Ia menjelaskan, seni pertunjukan yang dipentaskan dalam Gelar Seni TBY mencakup enam seni rakyat, satu wayang, dan satu kethoprak. “Untuk pementasan Maret hari pertama, diisi oleh seni kerakyatan Kubrosiswo Siswomudo, Jathilan Satriyo Kridho Budoyo, Langen Carita Sanggar Tari Kembang dan wayang oleh Ki Mara Pembayun, dengan lakon Lampahan Jabang Tetuka,” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (23/3/2019).
Sedangkan pada hari kedua, Minggu (24/3/2019) pementasan akan diisi oleh seni kerakyatan Kelompok Tari SKB, Bale Seni Condro Radono, Jathilan Campur Sari Mari Kangen, dan kethoprak oleh Komunitas Kethoprak Lintang Kumedhap. “Seni tradisi kerakyatan, masing-masing kelompok 22 orang, kalau kethoprak itu 39 orang, dan wayang kulit sekitar 22 orang juga,” jelas Wastianto.
Dalam menjaring kelompok seni kerakyatan, TBY melakukan seleksi proposal yang diajukan oleh masing-masing kelompok. Selain memberi kesempatan kepada kelompok seni kerakyatan tampil di depan audiens, Gelar Seni TBY ini juga agar masyarakat tetap bisa menikmati seni pertunjukan tradisional di tengah arus modernisasi yang kian pesat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.