Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/6/2017)./Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul terus menggelar sosialisasi kepesertaan. Selain menyasar pekerja di sektor formal, sektor informal juga ditarget menjadi sasaran kepesertaan. Untuk tahun ini BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul menargetkan 7.000 peserta dari sektor informal.
Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS ketenagakerjaan Kabupaten Gunungkidul, Dhian Novita, mengatakan kepesertaan dari sektor informal masih minim. Hingga saat ini yang terdata dalam kepesertaan baru mencapai 2.900 orang.
Dian menyatakan jajarannya terus menyosialisasikan kepesertaan tak hanya untuk pekerja formal. Sosialiasi juga dilakukan secara mandiri dengan mendatangi para pekerja secara langsung, seperti mendatangi kelompok nelayan serta ke pasar tradisional. “Kami terus melakukan sosialisasi karena semua berhak ikut kepesertaan karena banyak manfaat yang bisa diperoleh,” katanya kepada wartawan, Selasa (26/3/2019).
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari jaminan kecelakaan kerja, kematian hingga jaminan hari tua. Menurut dia, kepesertaan ini sangat membantu pekerja saat terjadi insiden. Sebagai contoh saat terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan ditanggung dan pekerja mendapatkan santunan tidak mampu bekerja. “Hal yang sama juga diberikan saat terjadi kematian dalam kecelakaan kerja akan ada kompensasi yang diberikan kepada keluarga pekerja,” katanya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Gunungkidul, Suyono, mengatakan komitmennya untuk membantu sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Menurut dia sosialisasi untuk pekerja informal di Gunungkidul meliputi petani, buruh bangunan, nelayan dan pedagang. “Kepesertaan bukan hanya untuk PNS atau pekerja di sektor formal, tapi kalangan seperti buruh, pedagang, nelayan juga membutuhkan jaminan perlindungan kerja,” katanya.
Suyono menuturkan jaminan sosial untuk para pekerja informal sangat penting karena pekerja rentan mengalami kecelakaan kerja sehingga membutuhkan jaminan. “Selain BPJS Kesehatan ada BPJS Ketenagakerjaan sehingga diharapkan masyarakat Gunungkidul ikut karena kepesertaan dapat memberikan jaminan saat terjadi kecelakaan kerja hingga kematian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.
Jadwal pemadaman listrik Sleman hari ini berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB. Berikut daftar dusun terdampak pemeliharaan PLN.