Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Perahu wisata menyusuri kawasan objek wisata Klayar di Dusun Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, serius untuk mengembangkan objek wisata Klayar di Dusun Klayar. Untuk pengembangan, pemdes setempat mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah yang digunakan pelebaran area objek serta kawasan parkir.
Kepala Desa Kedungpoh, Mugiharto, mengatakan objek wisata Klayar merupakan destinasi baru di Gunungkidul yang mengandalkan wisata air dari sumber yang dibendung. Bendungan ini membentuk danau dengan panjang 304 meter dan lebar 12 meter dengan kedalaman tiga meter.
Menurut dia, upaya pengembangan sudah dimulai beberapa tahun lalu. Namun demikian, tahun ini pemdes mengalokasikan anggaran Rp172 juta untuk perluasan objek dan pembuatan area parkir. “Pengerjaan masih berjalan,” kata Mugiharto kepada Harian Jogja, Sabtu (23/3/2019).
Dia menjelaskan, pengembangan objek wisata Klayar memiliki banyak tujuan. Selain untuk menggerakkan roda perekonomian serta upaya mengurangi pengangguran, keberadaan objek ini diharapakan mampu mendongkrak pendapatan asli desa dari sektor kepariwisataan. “Keberadaa objek wisata ini sangat bermanfaat bagi upaya menyejahterakan masyarakat di lingkungan sekitar,” katanya.
Mugiharto berharap keberadaan objek wisata Klayar bisa dikenal luas oleh wisatawan karena dari sisi pemandangan tidak kalah dengan objek wisata lain di Gunungkidul. “Klayar bisa menjadi alternatif wisata karena pengunjung bisa naik perahu menyusuri kawasan sungai yang dibendung. Selain itu, di sekitar objek juga dapat melihat benda-benda peninggalan masa lalu,” katanya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Klayar, Tejo Suprapto, mengatakan objek wisata Klayar memiliki beberapa potensi wisata yang dikembangkan, mulai dari danau buatan sepanjang 300 meter, bumi perkemahan hingga situs purbakala yang ada di wilayah tersebut. Namun demikian, menurut Tejo, dari sejumlah potensi yang dimiliki, baru danau buatan yang sudah berjalan dengan baik.
Menurut Tejo, selain potensi danau buatan, di sekitar objek dikembangkan wisata budaya, terlebih di kawasan ini banyak tersimpan situs peninggalan masa lalu. “Lokasi Klayar sangat strategis karena berada di tengah-tengah jalur dari Embung Batara Sriten menuju Gua Pindul dan yang terpenting jalan sudah bagus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.