Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Kegiatan seni budaya di Dusun Mongkrong, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, beberapa waktu lalu./Istimewa-Dokumen Sanggar Srikandi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY bekerja sama dengan Sanggar Seni Srikandi menggelar pentas seni budaya di Dusun Mongkrong, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Minggu (17/3/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian roadshow pentas seni sekaligus bentuk komitmen untuk melestarikan seni tradisi warisan leluhur.
Wakil Ketua Dewan Pembina Sanggar Srikandi, Kuntarti Puspandari, mengatakan pentas seni di Dusun Mongrkong merupakan rangkaian acara untuk melestarikan adat dan tradisi di Gunungkidul. Di dalam pentas ini ditampilkan dua kesenian yakni seni jatilan dan hadrah. “Warga sangat antusias dan menyaksikan hingga acara selesai,” kata perempuan yang akrab disapa Ndari kepada Harian Jogja, Jumat (5/4/2019).
Menurut dia, roadshow pentas seni budaya bukan semata-mata untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Namun demikian, pentas seni ini memiliki makna besar sebagai upaya menjalankan semboyan Trisakti yang digaungkan Presiden Soekarno dalam mewujudkan kemandirian di bidang seni dan budaya. “Jadi selain meberikan hiburan pentas seni yang digelar juga sebagai sarana melestarikan adat dan tradisi warisan leluhur,” katanya.
Dikatakan Ndari, Sanggar Srikandi membina 25 kelompok seni yang tersebar di wilayah Gunungkidul. Di dalam pentas seni yang digagas bersama dengan Dinpar DIY ini, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menunjukan hasil karya dan latihan yang dilakukan ke dalam pentas seni yang dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. “Semua kami berikan kesempatan untuk tampil dan harapannya, pementasan juga bisa sebagai upaya mendukung pengembangan sektor kepariwisataan di daerah setempat,” katanya lagi.
Kepala Seksi Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek, tetapi dapat dilakukan dengan pementasan seni dan budaya.
Oleh karena itu fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi berupa potensi alam. Ini lantaran ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Pemerintah DIY mencanangkan target untuk menjadi tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. Jadi, untuk destinasi tidak hanya bergantung pada objek, tetapi juga mengembangkan pentas seni budaya di masyarakat akan terus diperkenalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Jorge Jesus masih membuka peluang Cristiano Ronaldo kembali ke timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan.
Harga emas Pegadaian hari ini 5 Oktober 2026 untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual dan buyback.
Prakiraan cuaca BMKG Senin didominasi hujan ringan dan berawan, dengan potensi gelombang 4 meter serta banjir rob.
HUT TNI ke-81, Prabowo memimpin upacara dan meresmikan 6 Kodam, 30 Brigif TP, 150 Yonif TP serta sejumlah satuan baru.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.