Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah Kering

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Jum'at, 05 April 2019 23:47 WIB
Petani Keluhkan Anjloknya Harga Gabah Kering

Petani di Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan mengurusi lahan sawahnya yang sempat terendam banjir pada Senin (18/3) pada Kamis (21/3/2019).-Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan

Harianjogja.com, WATES--Sejumlah petani di Kulonprogo mengeluhkan rendahnya harga gabah kering yang saat ini hanya berkisar antara Rp3000 hingga Rp3.200 per kilogram. Pihak terkait diharapkan bisa segera turun tangan untuk segera menstabilkan harga.

Salah satu petani asal Kecamatan Sentolo, Karsono mengatakan rendahnya harga berada di tingkat petani. Kondisi ini berlangsung sejak masa panen tiba pada awal 2019. "Kami berharap bulog segera turun tangan ke petani untuk menstabilkan harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah [HPP]," kata Karsono, Jumat (5/4/2019).

Karsono menyayangkan rendahnya harga ini. Karena tak sebanding dengan hasil panen yang menurutnya bagus. Dia mencontohkan lahan panen seluas 1.000 meter persegi miliknya mampu menghasilkan gabah sekitar 15 sak. "Tapi ya itu tadi, harga tak sebanding," ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo Tri Hidayatun mengaku telah mengetahui rendahnya harga gabah di tingkat petani. Menurutnya anjloknya harga disebabkan panen raya di beberapa wilayah di Kulonprogo, termasuk Kecamatan Sentolo.

Diketahui masa panen padi di Kulonprogo telah dimulai sejak awal 2019. Sekitar 2.500 hektare di Kecamatan Nanggulan, Lendah, Galur, pada Januari hingga Februari sudah panen dengan produktivitas antara 8,6 ton per hektare gabah kering panen (gkp) hingga 8,9 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

Sementara untuk luasan panen pada Maret hingga April mencapai 5.826 hektar. Lahan tersebut berada di Kecamatan Temon, Wates, Sentolo dan Pengasih dengan produksi rata-rata 8,6 ton per hektare GKP.

Selain karena masa panen raya, anjloknya harga gaha ini juga karena bulog belum melakukan penyerapan secara optimal ke tingkat petani. Agar hal ini segera teratasi, Distanpangan berencana melakukan koordinasi dengan bulog dan Kodim 0731/Kulonprogo untuk mensikapi panen raya padi dan rendahnya harga gabah di tingkat petani.

Dia berharap bulog segera melakukan langkah serap gabah (sergab) di lahan langsung milik petani atau kelompok tani.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online