Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kebijakan untuk merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) terus dilakukan. Namun demikian, sejak jauh-jauh hari Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak memiliki anggaran untuk menggaji pegawai ini.
Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Rumah Tangga Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul, Anik Indarwati, mengakui kemampuan anggaran Pemkab sangat terbatas sehingga kegiatan yang dimiliki mengacu pada skala prioritas. Ia tidak menampik masih bingung terkait dengan gaji P3K. Terlebih rencananya rekrutmen terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Pasalnya, Pemkab tidak memiliki anggaran untuk menggaji para pegawai ini.
“Sesuai dengan komitmen, Pemkab hanya menanggung gaji untuk rekrutmen P3K tahap pertama yang terbatas bagi honorer K2 yang sudah masuk database Pemerintah Pusat. Tapi kalau untuk rekrutmen selanjutnya kami keberatan,” kata Anik kepada wartawan, Rabu (10/4/2019).
Sesuai dengan informasi yang diterima, gaji P3K tidak boleh diambil dari dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer dari Pemerintah Pusat. Ini berarti, kata Anik, gaji para pegawai sepenuhnya menjadi tanggungan Pemkab. “Sudah kami sampaikan ke Pusat, kami keberatan dengan skema ini [gaji ditanggung masing-masing pemkab] karena anggaran yang dimiliki terbatas,” katanya.
Dia berharap Pemerintah Pusat mengubah kebijakan sehingga gaji bisa diambilkan dari DAU sehingga tidak membebani keuangan daerah. “Ya kalau dari DAU masih mungkin karena dana untuk gaji masuk tanggungan Pemerintah Pusat, kalau tetap dibebankan ke daerah maka banyak yang keberatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Sigit Purwanto. Menurut dia, isu pemerintah daerah tidak bisa menggaji P3K sudah menjadi isu nasional karena di daerah merasakan hal yang sama. “Keberatan ini sudah disuarakan pada saat rapat koordinasi di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Harapannya ada solusi dengan memperbolehkan gaji P3K diambilkan dari DAU,” katanya.
Disinggung mengenai rekrutmen tenaga P3K tahap selanjutnya, Sigit mengaku belum tahu pasti karena kebijakan masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat. “Kami masih menunggu. Yang jelas, akan ada rekrtumen lagi. Jika yang pertama hanya untuk kalangan terbatas, maka rekrutmen berikutnya akan terbuka untuk umum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.
Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Jogja mengalami mual hingga diare usai menyantap MBG. Penyebab masih diselidiki.
Menhub Dudy Purwagandhi mengganti Dirjen Hubla Muhammad Masyhud dengan Lollan Panjaitan sebagai bagian dari evaluasi internal Kemenhub.
Tekanan akademik, tuntutan awal karier, hingga proses pencarian jati diri dapat menjadi sumber stres bagi kelompok dewasa muda.