Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menyiapkan tim help desk untuk mengatasi masalah gangguan jaringan Internet selama penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sederajat. Diharapkan tim ini bisa memberikan bantuan sehingga penyelenggaraan ujian berlangsung lancar.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, menyatakan tim help desk terdiri dari 10 orang teknisi yang bersiaga di kelompok kerja UNBK. Tim ini siap memberikan pelayanan untuk menyelesaikan masalah gangguan selama penyelenggaraan ujian.
Cara kerja dari tim ini dengan memantau potensi masalah gangguan jaringan. Jika ada masalah, tim dipanggil untuk menyelesaikan gangguan yang muncul. “Tergantung masalah yang terjadi, kalau ringan cukup memberikan instruksi melalui telepon. Tapi kalau kategori berat maka tim bisa meluncur ke sekolah untuk membantu menyelesaikan masalah,” katanya kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, keberadaan tim ini sebagai antisipasi adanya gangguan jaringan. Untuk penyelenggaraan, sekolah sudah memiliki operator yang bertugas memandu pelaksanaan ujian. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Dikatakan Bahron, dari sisi persiapan penyelenggaraan UNBK tahun ini tidak ada masalah karena sekolah menyiapkan fasilitas pendukung ujian seperti komputer, jaringan kelistrikan hingga Internet. Selain itu sekolah juga menyiapkan para siswa untuk membiasakan mengerjakan soal melalui komputer. “Semua sudah dipersiapkan dan mudah-mudahan hasilnya maksimal,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi adanya gangguan, selain menyiapkan tim help desk, Disdikpora Gunungkidul juga berkoordinasi dengan PT PLN agar selama ujian tidak ada pemadaman. Namun, menurut Bahron, mengacu pada pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya, sekolah diminta menyediakan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik mendadak. “Sudah kami instruksikan untuk sewa genset sebagai cadangan apabila ada pemutusan jaringan listrik secara tiba-tiba sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ujian,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, Minggu pagi menyempatkan diri untuk meninjau kesiapan ujian di beberapa sekolah baik SD maupun SMP di Kecamatan Karangmojo, Semanu dan Wonosari. Menurut Badingah, secara persiapan sekolah sudah siap menggelar ujian. “Sudah saya cek dan semua sudah siap,” katanya di sela-sela peninjauan persiapan ujian di SMP Persiapan Kecamatan Semanu.
Bupati berharap pelaksanaan ujian berjalan lancar dan hasil yang diperoleh siswa juga maksimal. “Mudah-mudahan semua bisa lulus 100 persen,” kata Badingah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.
Fadli Zon dorong Museum Pos Indonesia di Bandung jadi cagar budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting bagi bangsa.