Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Gunungan nasi kucing dalam pembukaan Pasar Sore Ramadan Nitikan, Minggu (5/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 100 pasukan bregada yang mengiringi gunungan nasi kucing berbaris sepanjang Jalan Sorogenen, Kampung Nitikan, Kecamatan Umbulharjo melintasi Masjid Muthohirin, menandai dibukanya Pasar Sore Ramadan Nitikan, Minggu (5/5/2019). Gelaran yang sudah kali kesebelas digelar tersebut, tahun ini mengusung tema Warna Warni Ramadhan”.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiah Nitikan, Dwi Kuswantoro, mengatakan tema ini diambil karena bangsa Indonesia baru saja melewati kondisi yang melelahkan, yakni pemilu. Dengan event ini ia berharap bisa mengembalikan keceriaan dan kebersamaan masyarakat.
Pasar Sore Ramadan rutin digelar setiap Ramadan. Pasar sore kali ini, terhitung sudah yang ke-11. Nantinya, sepanjang Jalan Sorogenen, Nitikan ini akan dipenuhi stan-stan pedagang yang terdiri dari UMKM yang telah terdaftar dan warga sekitar.
Dia menjelaskan, pasar sore Ramadhan di Nitikan berbeda dengan kampung lainnya, karena menerapkan konsep drive thru. Jika pada pasar sore Ramadhan di kampung lain biasanya pembeli harus parkir etrlebih dahulu baru mendatangi stan, kalau di Nitikan pembeli diperbolehkan tetap di atas motornya langsung mendatangi stan dan membeli jajanan.
Meski berpotensi menimbulkan macet, Dwi merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Selain karena ini adalah bentuk semarak Ramadhan, pihaknya juga telah menyiiapkan beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan pengguna lalu lintas, yakni lewat gang-gang sekitar Kampung Nitikan.
“Pelaku UMKM yang telah mendaftar berdagang di pasar sore ini sebanyak 150 stan. Tapi jumlah ini baru setengah dari total keseluruhan. Karena dari warga sendiri juga akan ikut berjualan yang jumlahnya bisa mencapai 150 stan juga,” kata dia
Pada setiap gelaran Pasar Sore Ramadan Nitikan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya omzet yang dihasilkan setiap tahunnya. Dwi mengungkapkan omzet pasar sore tahun lalu mencapai Rp3,5 miliar. “Semoga tahun ini nanti bisa lebih,” katanya.
Wakil Wali Kota Jogja, heroe Poerwadi, yang juga hadir dalam pembukaan kampung sore ini mengatakan kegiatan semacam ini selain meningkatkan semarak Ramadhan, juga bisa menguatkan perekonomian masyarakat. Dia berharap pedagang pasar sore tidak sekadar berjualan, tapi juga saling berinteraksi dengan pedagang lainnya, sehingga bisa menciptakan peluang-peluang baru. “nanti akan terbangun komunitas pedagang yang akan saling mendukung,” katanya.
Heroe mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Nitikan, agar tidak sekadar menjadi konsumen selama Ramadhan, tapi juga bisa berproduktivitas, yang bisa disalurkan lewat pasar sore ini. “Mari saling menggandeng dan menggendong,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.