Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Gunungan nasi kucing dalam pembukaan Pasar Sore Ramadan Nitikan, Minggu (5/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 100 pasukan bregada yang mengiringi gunungan nasi kucing berbaris sepanjang Jalan Sorogenen, Kampung Nitikan, Kecamatan Umbulharjo melintasi Masjid Muthohirin, menandai dibukanya Pasar Sore Ramadan Nitikan, Minggu (5/5/2019). Gelaran yang sudah kali kesebelas digelar tersebut, tahun ini mengusung tema Warna Warni Ramadhan”.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiah Nitikan, Dwi Kuswantoro, mengatakan tema ini diambil karena bangsa Indonesia baru saja melewati kondisi yang melelahkan, yakni pemilu. Dengan event ini ia berharap bisa mengembalikan keceriaan dan kebersamaan masyarakat.
Pasar Sore Ramadan rutin digelar setiap Ramadan. Pasar sore kali ini, terhitung sudah yang ke-11. Nantinya, sepanjang Jalan Sorogenen, Nitikan ini akan dipenuhi stan-stan pedagang yang terdiri dari UMKM yang telah terdaftar dan warga sekitar.
Dia menjelaskan, pasar sore Ramadhan di Nitikan berbeda dengan kampung lainnya, karena menerapkan konsep drive thru. Jika pada pasar sore Ramadhan di kampung lain biasanya pembeli harus parkir etrlebih dahulu baru mendatangi stan, kalau di Nitikan pembeli diperbolehkan tetap di atas motornya langsung mendatangi stan dan membeli jajanan.
Meski berpotensi menimbulkan macet, Dwi merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Selain karena ini adalah bentuk semarak Ramadhan, pihaknya juga telah menyiiapkan beberapa jalur alternatif yang bisa digunakan pengguna lalu lintas, yakni lewat gang-gang sekitar Kampung Nitikan.
“Pelaku UMKM yang telah mendaftar berdagang di pasar sore ini sebanyak 150 stan. Tapi jumlah ini baru setengah dari total keseluruhan. Karena dari warga sendiri juga akan ikut berjualan yang jumlahnya bisa mencapai 150 stan juga,” kata dia
Pada setiap gelaran Pasar Sore Ramadan Nitikan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya omzet yang dihasilkan setiap tahunnya. Dwi mengungkapkan omzet pasar sore tahun lalu mencapai Rp3,5 miliar. “Semoga tahun ini nanti bisa lebih,” katanya.
Wakil Wali Kota Jogja, heroe Poerwadi, yang juga hadir dalam pembukaan kampung sore ini mengatakan kegiatan semacam ini selain meningkatkan semarak Ramadhan, juga bisa menguatkan perekonomian masyarakat. Dia berharap pedagang pasar sore tidak sekadar berjualan, tapi juga saling berinteraksi dengan pedagang lainnya, sehingga bisa menciptakan peluang-peluang baru. “nanti akan terbangun komunitas pedagang yang akan saling mendukung,” katanya.
Heroe mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Nitikan, agar tidak sekadar menjadi konsumen selama Ramadhan, tapi juga bisa berproduktivitas, yang bisa disalurkan lewat pasar sore ini. “Mari saling menggandeng dan menggendong,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.