Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pengunjung melihat Pameran Ngabuburit Cagar Budaya, di Masjid Gede Kauman, Sabtu (18/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dna Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggelar Pameran Ngabuburit Cagar Budaya di Masjid Gede Kauman. Pameran yang digelar selama sepekan mulai Sabtu (18/5/2019) hingga Jumat (24/5/2019) tersebut merupakan bentuk ekspos materi buku berjudul Yang Silam Jadi Suluh Jadi Suar karya Yadi Mulyadi.
Kepala Sub Direktorat Program, Evaluasi dan Dokumentasi, Kemendikbud, Desse Yussubrasta, mengatakan buku tersebut menelaah bangunan masjid di Jawa dan sekitarnya. Dalam kacamata kajian cagar budaya, bangunan masjid tersebutmerupakan penggabungan budaya lokal dengan budaya timur tengah.
Selain pameran, rangkaian kegiatan lainnya meliputi kompetisi desain kaus Pesona Cagar Budaya Indonesia yang telah berlangsung sejak Selasa (30/4); Tanding Sketsa di Masjid Gede Kauman yang digelar pada Minggu (19/5); serta dan pertunjukan mural Pesona cagar Budaya Indonesia yang berlangsung di Titik Nol Kilometer, Minggu-Senin (19-20/5/2019).
“Selain itu ada pula kegiatan diskusi yang meliputi peluncuran dan bedah buku Yang Silam Jadi Suluh Jadi Suar di Universitas Ahmad Dahlan, Senin serta Bincang Santai Eksistensi Masjid, Dulu dan Kini di Masjid Gede Kauman, Rabu (22/5).
Dia mengatakan Pameran Ngabuburit tersebut sudah memasuki tahun yang ketiga. Pada dua tahun sebelumnya, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman telah menggelar pameran serupa bertempat di Masjid Istiqlal. “Itu [Pameran Ngabuburit] setiap Ramadan, kami biasa menyebutnya iftar,” kata Desse.
Adapun alasan memilih Jogja sebagai lokasi penyelenggaraan Pameran Ngabuburit kali ini, kata dia, karena Jogja bisa dibilang sebagai pusat kebudayaan Jawa serta jadi ikon daerah dengan masjid agung yang bersejarah. “Salah satunya ya Masjid Gede Kauman ini,” ucap dia.
Sekadar diketahui, pasca-Perjanjian Giyanti, 1755, Pangeran Mangkubumi membangun infrastruktur sesuai kosmologi jawa, dengan prinsip catur gatra, yang terdiri dari kraton, masjid gede, pasar dan alun-alun.
Masjid Gede Kauman dibangun dengan konteks lokal. Batang jati digunakan untuk menopang tiga lapis atap khas bangunan kebesaran jawa. Masjid ini masih bertahan setelah dua kali diguncang gempa hebat, yakni pada 1186 dan 2006.
Menurut ahli arsitektur, sistem atap hanya menumpang tiang di bawahnya. Struktur ini tidak paten dengan paku yang kuat, sehingga lebih lentur ketika terjadi gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 2 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Siaran langsung Chelsea vs AC Milan di TVRI, 8 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB. Tiket mulai Rp858 ribu. Catat jadwalnya!
Timnas Voli Putri Indonesia kalah 1-3 dari Vietnam di SEA V Cup Women 2026. Blok kurang solid dan banyak eror jadi penyebab. Lawan Filipina selanjutnya.