Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggaran Pilkada 2020 ditaksir mencapai Rp29 miliar. Hal ini terlihat dari pengajuan anggaran hibah oleh KPU ke Pemkab Gunungkidul terkait dengan biaya yang dibutuhkan selama penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan jajarannya mengajukan hibah kepada Pemkab untuk pelaksanaan Pilkada 2020. Hasil dari perencanaan yang disusun, biaya pilkada diperkirakan mencapai Rp29 miliar. “Untuk pengajuan hibah sudah kami serahkan ke Pemkab,” kata Hani kepada Harian Jogja, Minggu (19/5/2019).
Menurun dia, besaran anggaran ini digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari pelaksanaan tahapan, sosialisasi, operasional petugas di TPS hingga pengadaan logistik pilkada. Khusus untuk logistik, kata Hani, pengadaan tidak hanya untuk surat suara tetapi juga kotak suara.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kotak suara yang digunakan harus terbuat dari kardus dan transparan, sama seperti penyelenggaraan Pemilu 2019. Selain itu, KPU Gunungkidul tidak memiliki cadangan kotak suara karena kotak yang terbuat dari aluminium telah dilelang. “Harus pengadaan kotak suara. Adapun dasar hukum untuk penyelenggaraan mengacu pada Undang-Undang No.10/2016 tentang Pilkada,” katanya.
Meski sudah ada proposal pengajuan hibah untuk penyelenggaraan pilkada, Hani menegaskan jumlah Rp29 miliar yang diajukan belum angka final. Pasalnya, kepastian masih menunggu pembahasan dengan Pemkab terkait dengan besaran pasti yang dibutuhkan selama penyelenggaraan. “Nanti dibahas terkait dengan pos anggaran, termasuk di dalamnya potensi adanya efisiensi yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tuturnya.
Hani menambahkan, pelaksanaan pilkada rencananya digelar pada September 2020. Adapun tahapan berlansung selama 10 bulan dengan rincian delapan bulan sebelum dan dua bulan setelah pilkada. “Tahapan resmi sekitar Februari, tapi di akhir tahun kami sudah mulai pra tahapan untuk kelancaran dalam pelaksanaan,” katanya.
Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunungkidul sekaligus Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Saptoyo, mengaku sudah mendapatkan informasi terkait dengan hibah dana Pilkada 2020. Meski demikian, perencanaan kegiatan ini belum dibahas karena pembahasan baru difokuskan untuk belanja langsung di dalam kegiatan di tahun depan. “Beberapa hari ini dilakukan pembahasan perencanaan anggaran di 2020, tapi belum masih ke belanja tidak langsung yang salah satunya memuat masalah hibah,” katanya.
Menurut dia proses pembahasan kegiatan di tahun depan pada saatnya akan membahas masalah hibah. Hal ini dilakukan untuk penyesuaian dengan kemampuan anggaran yang dimiliki. “Sabar karena pasti akan dibahas. Itu untuk mencermati substansi maupun besaran usulan yang ada. Jika saat pembahasan harus ada yang diefisiensi, maka dikurangi,” tutur Saptoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Jadwal perempat final badminton Jumat, 30 Oktober 2026, menampilkan Jonatan Christie dan tiga wakil Indonesia lainnya. Cek lawan serta jam pertandingan.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat guna mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi berbasis data.
Marc Marquez mengungkap peluang 70% pensiun dalam tiga tahun ke depan. Gelar juara dunia MotoGP 2025 mengubah pandangannya tentang masa depan.
Luka Modric mengakui AC Milan layak kalah 2-4 dari Bologna. Ia menyoroti performa babak kedua dan meminta tim segera bangkit jelang derbi.
Tanggal 30 Oktober memperingati lima hari penting, mulai Hari Oeang Republik Indonesia, HUT Humas Polri, hingga National Text Your Ex Day.