Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pengunjung sedang memperhatikan karya yang dipamerkan dalam Supersemarch: Impossible Architecture di TBY, Minggu (26/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa Arsitektur ditantang untuk mengeksplorasi karya arsitektur di luar pakem arsitektural. Melalui pameran bertajuk Supersemarch: Impossible Architecture yang digelar mahasiswa Fakultas Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu-Minggu (25-26/5/2019) tersebut, karya-karya arsitektural yang tidak biasa ditampilkan.
Ketua Panitia, Syarif Nahwan, mengatakan pameran tersebut menampilkan karya-karya hasil sayembara bertajuk Impossible Architecture yang digelar oleh panitia. Dalam sayembara itu, peserta diajak untuk lebih kreatif dalam mengeksplorasi desain arsitektur yang tidak biasa dan bahkan hampir mustahil untuk dibuat. Salah satu peserta ada yang membuat desain arsitektur untuk lunar space elevator yang dirancang untuk dibangun di ruang angkasa.
Desain yang disayembarakan juga memuat keterangan desain seperti latar belakang, konsep, lokasi, material dan sebagainya. “Karya-karya di sini tidak untuk dibuat dalam waktu dekat, nunggu teknologi lebih maju dulu,” kata Syarif saat ditemui, Minggu.
Pameran itu juga diramaikan dengan gelar wicara di Gedung Societet, kompleks TBY, yang membahas seputar Impossible Architecture dan fotografi arsitektur. Dalam talk show itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan dosen dan fotografer arsitektur.
Syarif menambahkan Supersemarch merupakan kegiatan rutin mahasiswa Fakultas Arsitektur UII setiap tahun. Kegiatan ini menjadi wadah bagi setiap angkatan bar untuk unjuk gigi di masyarakat luas. “Supersemarch merupakan singkatan dari Suatu Persembahan Mahasiswa Arsitektur,” kata Syarif.
Fotografer arsitektur, Jiwangga Putra Adiksa, dalam gelar wicara itu mengatakan fungsi fotografi bagi seorang arsitek adalah untuk menjual karyanya. Sebab karya arsitektur dalam bentuk foto lebih bernilai di mata konsumen ketimbang hanya desain tiga dimensi.
Karena itu, seorang arsitek juga harus menguasai skill fotografi. Dalam fotografi arsitektur, kata dia, seorang fotografer dituntut mampu mengeksplorasi sebuah karya arsitektur dengan berbagai gaya, sudut pandang, dan komposisi. “Semisal memberi foreground dalam komposisi foto. Ini membantu memperkuat objek foto, khususnya untuk objek yang statis. Kalau objek bentuknya gitu-gitu aja, kita butuh foreground,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.