Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (paling kiri) dalam syawalan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (28/6/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali akan menyelenggarakan open house syawalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Meski merupakan agenda rutin tahunan, acara ini selalu menjadi agenda Pemda DIY yang dinanti oleh masyarakat umum.
Dalam acara ini, masyarakat umum diperbolehkan bertemu dan berjabat tangan langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masyarakat dari berbagai penjuru DIY, bahkan dari luar daerah turut menghadiri acara ini. Jumlahnya pun mencapai ribuan.
Untuk pelaksanaan open house tahun ini, Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY mulai melakukan persiapan. Open house tahun ini dijadwalkan pada Senin, 10 Juni 2019 di Bangsal Kepatihan pada pukul 09.00-11.00 WIB.
Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY Imam Pratanadi mengatakan, seluruh persiapan dilakukan menyambut masyarakat yang berniat syawalan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Seperti biasanya, syawalan tetap akan diadakan di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran.
"Kami harap tahun ini juga banyak masyarakat yang meluangkan waktu untuk menghadiri open house. Kami juga akan menyiapkan berbagai jamuan makanan yang dapat dinikmati masyarakat. Intinya, ini syawalan ramai-ramai bersama masyarakat,” ungkapnya, Jumat (31/5/2019).
Imam menambahkan, jumlah sajian panganan yang akan disediakan masih sama dengan tahun kemarin, yakni sekitar 4.000 porsi. Menu yang disajikan pun masih sama yakni soto ayam, nasi liwet, mie rebus/goreng, aneka jenang, serta minuman teh dan air mineral. "Jamuan ini kami harapkan dapat dinikmati bersama usai bersalam-salaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY,” imbuhnya.
Masyarakat yang ingin mengikuti acara open house, kata Imam diminta untuk dapat memenuhi aturan atau tata tertib yang ada. Misalnya, wajib datang menggunakan pakaian yang rapi dan sopan dan tertib mengantri. Panitia pun akan menyediakan tempat penitipan tas demi kenyamanan pelaksanaan acara.
"Kami imbau untuk tidak perlu membawa barang berlebihan. Meski kami juga menyediakan tempat penitipan tas. Selain itu, kami berharap masyarakat yang hadir tidak melakukan dokumentasi pribadi seperti berfoto selfie, saat di atas bangsal,” tegas Imam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Pemerintah mengkaji distribusi Minyakita lewat BUMN menjadi 60%. Namun, harga masih di atas HET dan efektivitas kebijakan dipertanyakan.
Pemutihan pajak kendaraan DIY 2026 menghapus denda PKB, BBNKB, dan SWDKLLJ hingga 30 September. Simak kanal pembayarannya.
Perpanjang SIM A dan C di Sleman kini bisa dilakukan online lewat HP. Simak 9 langkah, dokumen, pembayaran, hingga pengiriman SIM.
Kasus penjualan Starlink tanpa izin di Mentawai memunculkan sorotan soal batas reseller resmi, ISP, perizinan, dan persaingan usaha.
PLN mengembangkan PLTS hingga 1.000 MWp dengan BESS 3,3 GWh di Bali untuk mengurangi penggunaan BBM impor dan memperkuat energi bersih.