Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Petugas pemadam kebakaran tengah mendinginkan toko elektronik yang terbakar di Sarang Kuwon, Sidomulyo, Bambanglipuro, Jumat (22/6/2018)./ist-PBK BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Selama bulan puasa, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat angka kejadian kebakaran di Bantul meningkat drastis.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan hubungan arus pendek atau korsleting juga menjadi penyebab dominan kebakaran selain kelalalian. Menurut dia masyarakat masih merasa nyaman dengan banyaknya colokan listrik yang digunakan secara bersamaan di dalam rumah meski kabelnya tidak sesuai standar. “Masyarakat beranggapan di rumah kalau colokannya enggak banyak enggak marem [puas], padahal itu faktor penyebab terjadinya kebakaran,” kata Dwi, Minggu (2/6/2019).
Untuk mengantisipasi maraknya kebakaran, BPBD Bantul terus berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat agar memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumahnya masing-masing, tidak meninggalkan api yang masih dalam kondisi menyala di dalam rumah, tidak meninggalkan saat membakar sampah, dan selalau menyediakan alat pemadam kebakaran ringan atau Apar.
Dwi menambahkan BPBD Bantul juga berencana membangun tiga pos pemadam kebakaran yang akan ditempatkan di wilayah Piyungan, Sedayu, dan Pundong. Saat ini baru ada tiga pos di wilayah Kasihan, Banguntapan, dan Imogiri. “Setiap pos akan dilengkapi satu unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan penyuplai air,” ucap dia.
Saat ini BPBD Bantul baru memiliki tujuh kendaraan pemadam kebakaran sehingga masih kurang satu unit. Dengan penambahan pos pemadam kebakaran tersebut Dwi berharap jangkauan pengendalian bahaya kebakaran semakin cepat. Lebih lanjut Dwi mengatakan selama libur lebaran semua fungsi BPBD Bantul selalu tetap siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.