Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Bupati Gunungkidul, Badingah saat menyapa para wisatawan di Pos retribusi pantai selatan, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (17/6/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Badingah, mengingatkan pelaku usaha di kawasan wisata untuk tidak asal mengambil untung dengan mematok harga seenaknya alias nuthuk. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga citra pariwisata tetap positif di mata pengunjung.
Menurut Badingah, upaya pengembangan sektor pariwisata bukan semata-mata menjadi tugas Pemkab. Masyarakat maupun pelaku usaha di kawasan wisata juga memiliki andil, salah satunya menciptakan rasa aman dan nyaman kepada setiap wistawan yang datang. “Bentuk dukungan ini dapat dijalankan dengan tidak menetapkan harga seenaknya,” kata Badingah kepada wartawan, Senin (3/6/2019).
Menurut dia, liburan Lebaran merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para pedagang karena penghasilan yang didapatkan selama libur bisa menutupi operasional warung selama beberapa bulan. Kendati demikian, kata Badingah, momen tersebut jangan sampai dijadikan sarana meraup untung di luar batas kewajaran. “Menaikkan harga boleh, tapi nominalnya harus dalam batas kewajaran,” katanya.
Badingah menuturkan penetapan harga secara sembarangan sepintas menguntungkan. Namun, kondisi tersebut bisa berdampak terhadap citra pariwisata di Gunungkidul. “Kalau ini sampai terjadi, citra pariwisata menjadi buruk. Imbasnya, wisatawan kapok untuk datang ke Gunungkidul. Jadi saya minta ini benar-benar diperhatikan sehingga pedagang jangan hanya mementingkan diri sendiri,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Menurut dia dalam menyajikan menu pedagang diminta menyertakan daftar harga makanan sehingga memberikan rasa tenang kepada calon pembeli. “Daftar menu yang dilengkapi dengan harga menjadi solusi sehingga pengunjung tidak merasa tertipu,” katanya.
Menurut Immawan, dengan momen mencari untung besar bisa menjadi hal yang negatif karena dapat berpengaruh terhadap citra pariwisata. Pasalnya, di momen ini pedagang hanya memikirkan untung yang besar tanpa melihat risiko dari penetapan tarif yang dilakukan. “Kalau kapok maka wisatawan tidak akan berkunjung lagi,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan untuk mengantisipasi pedagang nakal yang menetapkan harga seenaknya jajarannya membuat surat edaran ke desa hingga kelompok sadar wisata. Surat ini dibuat untuk mengimbau pedagang menyiapkan daftar harga dalam daftar menu yang disajikan ke pengunjung. “Mudah-mudahan edaran ini dipatuhi pedagang sehingga citra pariwisata di Gunungkidul tetap positif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.