BREAKWATER TEMPAT PACARAN : Cinta Tak Peduli Maut di Breakwater

27 Juni 2013 03:00 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_419931" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=419931" rel="attachment wp-att-419931">http://images.harianjogja.com/2013/06/breakwater-pacaran1-370x292.jpg" alt="" width="370" height="292" /> Foto Breakwater Jadi Tempat Pacaran
JIBI/Harian Jogja/Arif Wahyu[/caption]

Terkatung-katungnya pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulonprogo membuat ribuan sarana pemecah gelombang (breakwater) berubah fungsi. Bahkan tempat itu menjadi tempat pacaran.

Deburan ombak cukup besar bertubi-tubi menghantam breakwater yang berserakan memanjang di Pantai Glagah, Sabtu (22/6/2013).

Benturan ombak dan breakwater menghasilkan bulir-bulir air yang terpancar indah berwarna putih. Sepintas dilihat bak serpihan kristal yang hancur berkeping-keping.
Gemuruh ombak pun mengalahkan suara tawa-tawa kecil dari sejumlah sejoli yang memanfaatkan breakwater untuk meluapkan.

Di balik beton-beton berperisai tiga itu sering dijumpai pasangan remaja berpacaran. Rud, 18, dan kekasihnya, Fit, 17, merupakan satu dari sejumlah sejoli cinta yang berbagi curahan kasih di balik breakwater.

Mereka duduk di balik breakwater-breakwater agak menjorok ke bawah sehingga tak mudah untuk melihat keberadaan keduanya.

Dua remaja itu tampak menikmati suasana yang ada. Tangan mereka saling berpegangan. Beberapa kali Rud mencium tangan kekasihnya itu.

Tidak terdengar jelas apa yang mereka bicarakan saat Fit menyandarkan kepalanya ke bahu pacarnya sembari menunjuk ke arah ombak yang datang menghantam pemecah gelombang. Saat saling berdekatan wajah, mereka mencoba mengabadikannya lewat kamera ponsel.

Karena terbawa suasana pemandangan indah dan semilirnya angin, mereka tidak meyadari kalau yang mereka lakukan sangat berbahaya, bahkan nyawa jadi taruhannya.

Apabila tiba-tiba gelombang lebih besar menghempas, sulit bagi keduanya dapat cepat menyelamatkan diri. Tidak hanya itu, tergelincir sedikit saja, beton-beton berbobot lebih dari setengah ton menanti tubuh mungil keduanya.

Namun sepertinya, bara cinta yang tengah membara mengalahkan semuanya hingga risiko bahaya pun diterjang begitu saja.

Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi ada orang yang mengawasi di balik tempat mereka berada. Fit yang pertama tahu kalau ada mata lensa kamera yang membidiknya. Kontan kepanikan pun mendera keduanya. Suasana romantis berubah drastis menjadi ketakutan. Keduanya pucat begitu pacaran mereka terekam kamera orang.

Fit langsung merespons dengan kata pembelaan saat penulis menghampiri keduanya.
“Kami nggak ngapa-ngapain kok," ujar Fit dengan panik.

"Benar, kita cuma lihat laut saja," Rud berupaya memberi tambahan penjelasan.
Wajah keduanya terlihat mulai tenang saat penulis mengungkapkan tidak ada maksud buruk terhadap mereka. Mereka pun segera berlalu meninggalkan tempat itu. Bagi Rud tidak menjadi masalah berarti ketika melewati rintangan-rintangan breakwater.
Sementara di belakangnya, Fit dengan susah payah berusaha menjaga keseimbangan saat melewati beton-beton berperisai tiga itu.

Fit dan Rud hanyalah satu dari sekian banyak pasangan yang kerap tak sadar akan bahaya. Hal ini pun membuat para personel SAR menjadi waswas.

Koordinator tim Search and Rescue (SAR) wilayah V Kulonprogo yang mencakup Pantai Glagah, Samsudin mengimbau kepada setiap pengunjung tidak bermain-main di area breakwater yang letaknya sudah menjorok ke menjauhi bibir pantai.

"Kami sudah sering memperingatkan pengunjung. Kalau berada di breakwater dekat dengan bibir pantai nggak terlalu berbahaya. Tapi kalau sudah ke tengah apalagi sampai turun mendekati ombak, tentu sangat berbahaya," paparnya terpisah.

Sayangnya, di kawasan itu juga tidak dijumpai adanya papan peringatan larangan bermain-main di breakwater yang terletak menjauhi bibir pantai. Papan larangan yang ada baru sebatas imbauan agar tidak mandi di laut.