SEPUTAR JOGJA : Pria Mabuk Mengamuk, Pecahkan Kaca Shelter Trans Jogja

29 Juni 2013 14:10 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_421042" align="alignleft" width="275"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/29/pria-mabuk-mengamuk-pecahkan-kaca-shelter-trans-jogja-421041/shelter-trans-jogja-gigih" rel="attachment wp-att-421042">http://images.harianjogja.com/2013/06/shelter-trans-jogja-gigih.jpg" alt="" width="275" height="183" /> Foto Ilustrasi Shelter Trans Jogja
JIBI/Harian Jogja/Gigih M Hanafi[/caption]

SLEMAN- Seorang pria mabuk mengamuk dan merusak shelter Trans Jogja di depan Hotel Jayakarta, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sabtu (29/6/2013) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.

Kepada Harianjogja.com, petugas tiket shelter, Elisabeth Dewi menceritakan kejadian itu bermula ketika ia mulai bertugas sejak Sabtu pagi bersama salah seorang rekannya.

Beberapa jam kemudian, rekannya tersebut pergi untuk mengambil mesin aktivasi tiket. Tidak lama berselang, lanjut dia, datang seorang pria yang diduga berasal dari luar Pulau Jawa dan terlihat dalam keadaan mabuk.

"Dari luar dia sudah ngamuk-ngamuk, pukul dan tendang shelter. Lalu dia masuk ke dalam dan kembali mengamuk memukul meja tiketing dan pecahkan cermin yang biasa kami gunakan untuk memantau kedatangan bus. Bicaranya tidak jelas," kata Elisabeth.
Setelah puas menumpahkan emosinya, pria itu akhirnya pergi. Elisabeth mengaku tidak sempat menghubungi polisi lantaran ponselnya mau dirampas oleh pria ang belum teridentifikasi itu. Para penumpang pun, kata dia turut ketakutan karena perbuatan orang tersebut.

"Saya kemudian hubungi suami saya, dan meminta agar segera menghubungi polisi. Saya juga meminta tolong petugas keamanan Hotel Jayakarta. Beberapa lama kemudian, baru polisinya datang dari Polsek Depok Timur," ujar dia.

Tak lama, suasana di shelter tersebut sudah kondusif. Meski demikian, masih terlhat serpihan cermin yang dipecahkan pelaku.

Ada juga noda darah yang menetes di papan pengatur waktu yang biasa dipegang petugas shelter. Menurut Elisabeth, saat mengamuk, pria itu sudah dalam keadaan luka.