Banyumas Pelajari Sistem Jamkesda Kulonprogo

Ilustrasi warga miskin (JIBI/Harian Jogja - Antara)
05 September 2013 18:34 WIB Kulonprogo Share :

[caption id="attachment_444704" align="alignleft" width="343"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/05/banyumas-pelajari-sistem-jamkesda-kulonprogo-444695/warga-miskin-antre-antara-2" rel="attachment wp-att-444704">http://images.harianjogja.com/2013/09/warga-miskin-antre-antara1.jpg" alt="" width="343" height="234" /> ilustrasi warga miskin (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, KULONPROGO- Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Banyumas, Kamis (5/9/2013) melakukan kunjungan kerja (kunker) di DPRD Kulonprogo. Kunjungan dimaksudkan untuk mempelajari pengelolaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyumas Supangkat diterima Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Soleh Wibowo serta pimpinan dan anggota Komisi IV. Sementara dari eksekutif hadir Kepala Dinas Kesehatan Bambang Haryatno dan Kepala UPTD Jaminan Kesehatan Paryan.

Menurut Supangkat, di Banyumas program Jamkesda sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu. Namun karena berbagai kendala program tersebut tidak bisa berjalan mulus. Dari dana yang dianggarkan sebesar Rp9 miliar yang terserap hanya sekitar Rp7 miliar.

“Tahun ini DPRD berinisiatif untuk membentuk Perda yang mengatur tentang Jamkesda. Dengan harapan program tersebut bisa terlaksana secara optimal," katanya.

Alokasi anggaran bisa lebih besar dan jangkauannya bagi warga pemanfaat bisa lebih luas. Kami proyeksikan tahun depan anggaran Jamkesda bisa mencapai Rp 27 miliar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bambang Haryatno menjelaskan, tahun ini anggaran Jamkesda di Kulonprogo sebesar Rp9 miliar, dan sampai akhir bulan Juli sudah terserap sekitar Rp4,5 miliar.

Capaian ini, kata dia, lebih tinggi dibanding serapan Jamkesmas yang baru mencapai sekitar Rp2,5 miliar.