PEMBUNUHAN WARTAWAN : Sultan Ajak Polda Ungkap Udin dari Nol

AKSI MELAWAN LUPASejumlah wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung melakukan aksi simpatik kematian Wartawan Harian Bernas Yogyakarta Fuad Muhammad Safruddin alias Udin di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (15 - 8). Aksi Melawan Lupa yang dilakukan AJI Bandung merupakan bentuk kekecewaan terhadap pengusutan kasus kematian Udin yang telah 17 tahun tanpa kejelasan apapun.
28 September 2013 21:41 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku prihatin kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin masih penuh misteri.

Dia berjanji akan mengungkap kasus tersebut dan mengajak Polda DIY untuk melakukan penyelidikan mulai dari nol.

"Sampai saat ini kasusnya tetap menjadi 'dark number' penuh misteri. Pada waktu itu ada sesuatu yang tidak konsisten dalam penyelidikan," ujar Sultan dalam sambutannya pada pembukaan Festival Media Jogja di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri, Kompleks Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (28/9/2013).

Sultan juga menantang insan pers, bersedia atau tidak penyelidikan kasus Udin dimulai dari awal lagi untuk menemukan bukti baru.

Tewasnya wartawan dalam meliput berita investigasi, lanjut Sultan, tak terjadi di Indonesia. Namun juga di berbagai negara, seperti Brasil, Argentina, dan bahkan di Kanada yang demokratis sekalipun.

Padahal, laporan investigasi inilah yang menurut Sultan, merupakan bagian dari media massa untuk ikut mengikis korupsi. "Di sinilah peran Aliansi Jurnalis Independen diperlukan untuk menajamkan investigating report," ujarnya.