PEMILU 2014 : Pengadaan Alat Baru di Kota Jogja Tak Sampai Rp200 Juta

Espos/Agoes RudiantoLIPAT SURAT SUARA-Sejumlah pekerja melipat surat suara di Kantor KPU, Manahan, Solo, Kamis (15 - 4) yang akan digunakan untuk Pilkada Kota Solo. Pelipatan suara direncanakan rampung selama dua hari.
10 Oktober 2013 08:02 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pengadaan alat baru untuk kegiatan pemilihan umum (Pemilu) 2014 di Kota Jogja tidak mencapai Rp200 juta.

"Untuk proses pengadaan logistik sendiri masih dalam proses. Kami hanya kebagian dalam hal form, ID card, alat tulis, alat coblos dan gembok. Kesemuanya nilainya tidak sampai Rp200 juta," jelas Ketua KPU Kota Jogja, Nasrullah, Rabu (9/10/2013).

Dengan besaran nilai tersebut, lanjut dia, KPU tidak membutuhkan proses dan proses lelang tender untuk pengadaannya. Adapun jumlah surat suara baru bisa diketahui usai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Rencananya untuk DPT baru bisa ditetapkan pada 13 mendatang. Dari situ kami bisa mengetahui berapa surat suara yang dibutuhkan," jelasnya.

Ketua Panwaslu Kota Jogja Agus Triyatno berharap pihak KPU lebih cermat dalam hal pengecekan logistik Pemilu 2014. Selama ini logistik mengalami permasalahan pada pengadaan surat suara.

"Jangan sampai surat suara rusak dan kualitasnya jelek. Selain itu jangan sampai tertukar. Soal bilik suara, kalau memang masih baik lebih baik tidak mengadakan yang baru," harapnya.