Jalan Amblas di Jogja Diduga Akibat Pergeseran Tanah saat Gempa 2006

JIBI/Desi SuryantoSeorang warga mengamati jalan amblas yang meninggalkan lubang menganga sekitar 4x3 meter di ruas Jalan Babaran, Warungboto, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Peristiwa amblasnya jalan tersebut terjadi pada Jumat (20/12 - 2013) pagi, dan hingga kini belum terlihat adanya perbaikan. Jalan ditutup untuk semua kendaraan.
04 Februari 2014 13:12 WIB David Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- http://www.harianjogja.com/baca/2014/02/04/rp70-juta-perbaiki-kerusakan-jalan-babaran-486947" target="_blank">Jalan amblas yang terjadi di wilayah Jogja diduga menyebabkan pergeseran tanah yang berakibat amblesnya tanah di Jogja.

Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja , Toto Suroto mengakui, akibat gempa 2006 lalu, terjadi pergeseran tanah di kawasan Babaran Warungboto Umbulharjo, sehingga seringkali berakibat amblasnya jalan di daerah tersebut.

"Setelah gempa Jogja beberapa tahun lalu ada indikasi merusak instalasi yang kami miliki, untuk saluran terbuka sudah kami lakukan perbaikan-perbaikan. Hanya, untuk saluran tertutup baru bisa terdeteksi ketika terjadi kerusakan," katanya, Senin (3/1/2014).

Pihaknya telah mengagendakan perbaikan jalan tersebut.

"Kami sebenarnya ingin cepat, tapi kan harus dilakukan dengan benar. Yang penting kan hasilnya, bukan cepat selesai perbaikan itu. Buat apa cepat selesai, tapi hasilnya tidak memuaskan," tegas Toto, sapaan akrabnya.

Ketua RT 032, Kelurahan Warung Boto, Kecamatan Umbulharjo Sukardi Wardoyo meminta agar perbaikan yang dilakukan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Jangan sampai, kerusakan yang sama akan terjadi lagi, tidak lama setelah perbaikan selesai dilaksanakan. "Ya pengennya bisa cepat, tapi yang penting perbaikan yang dilakukan hasilnya bagus," papar dia.

Dia juga minta agar pemerintah lebih peka dan sering terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan instalasi yang dimiliki. Jangan sampai ada kesan baru melakukan aksi ketika mendapatkan aduan dari masyarakat.

"Harusnya tanpa ada laporan mereka sering melakukan pengecekan, mana saja sarana yang sudah rusak dan perlu diperbaiki," katanya.