BPBD Bantul Minta Kelompok Relawan Mendata Anggota

Tim SAR Wilayah II Baron mengadakan evaluasi hari ketujuh karamnya kapal KM Akau Jaya Sembilan Rabu (16/10/2013). (JIBI/Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
06 Februari 2014 17:25 WIB Redaksi Solopos Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta semua kelompok atau organisasi relawan bencana di daerah ini mendata para anggotanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, pendataan anggota relawan bencana itu menyusul adanya rencana pemerintah kabupaten mengorganisasi seluruh relawan dalam bentuk zonasi.

"Kami telah kumpulkan semua kelompok relawan dan disepakati bahwa komando dalam penanganan bencana adalah tim SAR melalui kendali BPBD, makanya seluruh anggota kelompok relawan akan didata untuk keperluan database," katanya, Rabu (5/2/2014).

Menurut dia, setelah dilakukan pendataan, kemudian akan dibentuk zonasi operasi dalam tiga zona yakni zona timur, zona barat, dan zona tengah, sehingga data anggota relawan yang masuk akan dibagi sesuai wilayahnya dengan masing-masing zona ada komandonya.

Ia mengatakan, selain membentuk zonasi, langkah selanjutnya adalah menyusun buku pedoman terhadap manajemen bencana, buku tersebut nantinya menjadi pegangan bagi para relawan agar dapat memahami tugasnya sesuai kemampuan yang dimiliki.

"Para relawan dalam database juga akan diberikan pembekalan dan pelatihan serta pembentukan kelompok berupa divisi komunikasi, evakuasi, logistik, dan lain-lain. Ini untuk memudahkan kami saat terjadi bencana, sehingga kesan semrawut tidak terjadi lagi," katanya.

Menurut dia, keberadaan para relawan adalah potensi yang harus dibina, sehingga mereka harus bisa dikoordinasikan dengan baik agar kemampuannya dalam penangananan bencana dan membantu masyarakat bisa secara maksimal.

"Dan setelah adanya zonasi itu, maka relawan dari luar yang akan masuk ke Bantul perlu ada komunikasi terlebih dahulu," kata Dwi Daryanto.