Kebakaran Gunung Lawu Merembet ke Hutan Lindung Ngawi, 13 Hektare Terbakar
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
MUNTAHKAN MATERIAL VULKANIK Kawah Gunung Kelud memuntahkan material vulkanik terlihat dari desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (15/2). Gunung Kelud hingga kini masih berstatus Awas dan mengeluarkan material vulkanik berupa debu vulkanik, pasir, kerikil, dan batu dengan radius mencapai 15 km. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini Minggu (16/2/2014) menjelaskan, karena bentuknya yang halus abu vulkanik dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.
Dalam jangka pendek masuknya abu yang mengandung silica ke dalam paru-paru menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan kerongkongan serta gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang ditandai dengan rasa sesak saat bernapas.
Sementara dalam jangka panjang, kandungan silica dapat mengendap dalam paru-paru dan berpotensi mengganggu kinerja organ tubuh.
Tak hanya berisiko pada saluran pernapasan, abu juga cukup berbahaya ketika kontak dengan mata secara langsung. Bila mata yang kelilipan dikucek, abu yang ada di selaput mata dapat menggores selaput mata dan memicu peradangan mata.
Bila abu terlanjur terhirup ada baiknya segera perbanyak minum air putih untuk mengurangi rasa gatal di kerongkongan. Sedangkan bila mulai terasa sesak disarankan segera menghubungi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan obat penanggulangan ISPA.
Sedangkan untuk mata yang terpapar abu, disarankan tidak mengucek mata, melainkan segera membasuh mata dengan air bersih untuk menghilangkan abu yang masuk ke mata.
“Kami sudah berkoordinasi dengan puskesmas-puskesmas di Jogja, bila butuh penangan darurat pasokan obat-obatan sudah kami sediakan di sana,” kata Fita.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Jogja menyarankan warga Jogja untuk mengenakan masker dan kacamata ketika beraktivitas. Penggunaan masker dan kacamata dapat menghindarkan saluran pernapasan dan mata terkena abu vulkanik. Untuk ketersediaan masker, Fita menjelaskan pihak Pemerintah Kota saat ini tengah menghadapi krisis pasokan masker sehingga warga yang belum memiliki masker dapat menggantinya dengan sapu tangan atau kain untuk menutup hidung dan mulut.
Sementara menanggapi risiko abu masuk ke dalam sumur terbuka, Fita mengaku pihaknya juga sudah bekerja sama dengan puskesmas untuk menyediakan tawas sebagai pengendap material vulkanik yang berada di sumur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.