Kemensos Rehabilitasi 210 rumah di Gunungkidul

22 Februari 2014 17:40 WIB Redaksi Solopos Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kementerian Sosial merehabilitasi 210 unit rumah tidak layak huni senilai Rp2,72 miliar di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan bantuan yang disalurkan kepada warga senilai total Rp 2,72 miliar terdiri atas rehabilitasi rumah tidak layak huni (RLTH) sebanyak 210 unit total Rp 2,1 miliar, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk 21 kelompok Rp 420 juta, dan empat unit pembangunan sarana lingkungan total sebesar Rp 200 juta.

"Gunungkidul pada 2014 termasuk daerah paling banyak menerima bantuan bedah rumah," kata Salim dalam pencanangan bedah kampung di Desa Bleberan, Playen Gunungkidul, Jumat (21/2/2014).

Bantuan RLTH dikarenakan masih banyaknya angka kemiskinan, kata Salim, namun yang lebih penting warga Gunung Kidul senang bergotong royong.

Dia mengatakan bantuan yang setiap RTLH sebesar Rp10 juta, namun dengan gotong royong bisa membangun yang nilainya menjadi Rp20-30 juta.

"Saya senang semangat warga Gunung Kidul yang senang gotong royong," katanya.

Ia mengatakan pemberian bantuan RTLH ini dimaksudkan untuk stimulan. Hal ini untuk mendorong penguatan ekonomi dan nilai kesetiakawanan sosial.

"Dengan kebersamaan, akan memperkuat keharmonisan sosial di masyarakat yang akhir-akhir ini memudar," katanya.

Menteri Sosial yang didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Gunungkidul Badingah meletakkan batu pertama pembangunan RTLH di rumah Maryanto warga Dusun Tanjung, Bleberan, Playen.

Warga Tanjung, Maryanto mengaku senang mendapatkan bantuan perbaikan rumah yang sudah puluhan tahun ditempatinya.

"Terima kasih pak, bantuan ini sangat berharga,"katanya dihadapan mentri.