Advertisement

Pedagang Selokan Mataram Tolak Mal

Rima Sekarani
Jum'at, 28 Februari 2014 - 10:21 WIB
Nina Atmasari
Pedagang Selokan Mataram Tolak Mal

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan pedagang dan pengusaha kecil yang biasa berjualan di sekitar Selokan Mataram, Dusun Kledokan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kamis (27/2/2014) menggelar aksi unjuk rasa di rumah dinas Bupati Sleman.

Para pedagang yang tergabung dalam Kelompok Pengusaha Kecil Selokan Mataram (KPKSM) itu menyampaikan aspirasi, menolak rencana pembangunan pusat pertokoan, mal, dan apartemen yang digarap PT. Surya Utama Kalaka.

Advertisement

Dalam aksinya, para pedagang menuntut kejelasan informasi atas penyewaan tanah kas desa yang akan digunakan untuk pembangunan pusat perbelanjaan itu.

“Sebelumnya tidak ada semacam koordinasi dan sosialiasi serta kemungkinan kami akan digusur terkait rencana pembangunan mal dan apartemen itu. Tiba-tiba saja ada pemberitahuan yang mendesak agar kami melepas hak sewa,” kata Subroto, koordinator lapangan aksi saat ditemui wartawan.

Massa juga menuding adanya manipulasi surat kesepakatan berupa pemalsuan tanda tangan pengurus KPKSM oleh PT. Surya Utama Kalaka dan Pemerintah Desa Caturtunggal.

Selama ini, sekitar 70 pedagang menggantungkan kehidupan mereka di tanah kas desa yang mereka sewa di sekitar Selokan Mataram, Seturan tersebut. Khawatir kehilangan mata pencaharian, mereka menuntut Bupati Sleman untuk tidak mengabulkan permohonan izin sewa tanah kas desa yang diajukan PT. Surya Utama Kalaka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Konflik Teluk Memanas, Turis Kaya Berebut Jet Pribadi

Konflik Teluk Memanas, Turis Kaya Berebut Jet Pribadi

News
| Kamis, 02 April 2026, 10:37 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement