13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
PENGAIRAN DENGAN SUMUR BOR Seorang petani mengoperasikan mesin diesel penyedot air di kawasan Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus, Jateng, Senin (2/9). Petani mengaku, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyedot air dari sumur bor menggunakan mesin diesel guna mengairi sawah tadah hujan yang mulai kekurangan pasokan air saat musim kemarau.
Harianjogja.com, BANTUL–Hanya karena pengelolaan air tidak maksimal, Bantul terancam kekurangan air untuk lahan pertanian. Sekitar 60% air terbuang sia-sia.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Partogi Dame Pakpahan menilai pengelolaan air di Bantul belum ada singkronisasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas Sumber Dya Air (SDA) dan Dispertahut. Hal ini harus segera terjawab agar persoalan kebutuhan air musim kemarau segera dapat diatasi dengan segera.
Meningkatnya kebutuhan air di Bantul untuk sektor pertanian seperti musim kemarau akan terus terjadi setiap tahun sejalan belum adanya langkah strategis pemerintah dalam menangani sistem pengelolaan air. Apalagi penanganan Bendungan Kamijoro di Pajangan yang rusak dan mengancam 2.400 hektare lahan di tiga kecamatan, yaitu Srandakan, Pundong dan Bambanglipuro belum ada.
Tingginya kebutuhan air untuk pertanian tidak semata-mata dipengaruhi faktor iklim, melainkan juga tata kelola air yang tidak maksimal dan pola tanam petani yang belum banyak berubah dalam mendukung ketersediaan cadangan air itu sendiri.
“Mengubah pola tanam petani Bantul tidak segampang kami kira. Tapi harus mulai dipahamkan kepada masyarakat petani persoalan kebutuhan air ini semakin tahun akan menjadi masalah,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Selasa (10/6/2014).
Pola tanam petani di Bantul selama ini hanya memilih tanaman jenis padi secara terus-menerus. Akibatnya, kurang bagus untuk menjaga kualitas dan struktur tanah. Selain itu tanaman padi juga membutuhkan air yang cukup besar. Idealnya, pola tanam harus mulai diubah dengan tanaman palawija dan hortikultura agar kebutuhan air tidak terlalu tinggi.
Dari kajian yang telah dilakukan Disperhut Bantul, Partogi menyebut turunnya debit air Bendungan Kamijoro diakibatkan adanya penambang pasir yang terus-menerus dan endapan sedimen sehingga menghambat kelancaran distribusi air. Menurut Partogi, berulang kali permasalahan tersebut sudah disampaikan ke Pemerintah DIY. Tetapi, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.