Advertisement
FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Muncul Gerakan Solidaritas Pembebasan Ervani

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Solidaritas Korban Undang-Undang tentang Informasi
Transaksi Elektronik (UU ITE) mendatangi Pengadilan Negeri Bantul, menuntut pembebasan Ervani Emihandayani, Selasa (11/11/2014). (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/05/facebook-berujung-penjara-persidangan-segera-digelar-549866">FACEBOOK BERUJUNG PENJARA : Persidangan Segera Digelar)
Seorang orator dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Miftah Mujahid mengatakan status Facebook Ervani jauh dari menyerang nama baik seseorang, sehingga pihaknya menuntut agar perempuan itu segera dibebaskan.
Advertisement
"Tetangga kita, kerabat kita tengah terjerat UU ITE, padahal tulisannya jauh dari menyerang nama baik seseorang. Oleh karena itu kami menuntut Ervani segera dibebaskan," kata Miftah dalam orasi yang disambut teriakan aksi.
Menurut dia, tidak semua orang yang masuk penjara dinyatakan bersalah, dengan demikian LBH bersama forum solidaritas korban UU ITE akan terus mendukung pengadilan bisa bersikap netral dalam menangani kasus tersebut.
Koordinator aksi dari LBH Yogyakarta, Mahendra mengatakan, pihaknya menyoroti kasus Ervani yang dijerat dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE yang juga dikaitkan dengan pasal 310 dan 311 KUHP yakni penghinaan dan menyerang serta pencemaran nama baik.
"Ervani tidak mengkritik penguasa, juga bukan aktivitas melainkan hanya ibu rumah tangga biasa, sepertinya berlebihan jika melihat Ervani yang berurusan dengan pidana seperti ini," katanya.
Menurut dia, kasus pelaporan Ervani membuktikan bahwa UU ITE bisa menjerat siapa saja, baik aktivis atau bukan, hal ini tidak cocok dengan alam demokrasi, sehingga masyarakat seharusnya lebih terbuka dana lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pendapat.
"Masyarakat juga tidak perlu terpancing dengan pernyataan seseorang yang dinilai berbeda, pendekatan penyelesaian seperti ini dengan menggunaan UU ITE sangat berlebihan dan bertentangan nilai-nilai HAM," katanya.
Sementara itu, ratusan warga yang sebagian besar kaum perempuan dan ibu rumah tangga hingga pukul 11.10 WIB masih memenuhi komplek PN Bantul menunggu proses persidangan dimulai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Kerugian Negara Akibat Kasus yang Menjerat Tom Lembong Rp194 Miliar
Advertisement

Taman Kyai Langgeng Magelang Kini Sediakan Wisata Jeep untuk Berpetualang
Advertisement
Berita Populer
- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting di Gunungkidul, Warga Diberikan Bantuan Indukan Ayam Petelur
- Jalur dan Titik Keberangkatan Trans Jogja Melewati Kampus, Sekolah, Rumah Sakit, dan Malioboro
- Ubur-ubur Sudah Bermunculan di Sejumlah Pantai Kulonprogo, Wisatawan Diminta Waspada
- Disnakertrans Bantul Alokasikan Anggaran JKK dan JKM untuk Masyarakat Miskin Esktrem
- Sekolah Rakyat di DIY Masih Kekurangan Guru, DPRD Nilai Terlalu Terburu-Buru
Advertisement
Advertisement