Advertisement
KERAJINAN UNIK : Menganyam Tanah, Bagaimana Caranya?
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Awalnya mengobati patah tulang, kini menganyam tanah liat. Adalah Asep Maulana Hakim. Upaya ini
dilakukan untuk mendobrak batasan yang selama ini dibuat manusia.
Ada beragam anyaman dari tanah liat, seperti anyaman kipas sate, caping, keranjang pakaian, sampai keranjang wadah ayam. Karya langka itu dihasilkan oleh tangan terampil lelaki kelahiran Garut, Jawa Barat Asep Maulana Hakim. Asep kini berdomisili di Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon Bantul.
Advertisement
“Setahu saya belum pernah ada anyaman berbahan tanah liat, baru saya yang buat,” ungkap Asep di sebuah studio pembuatan keramik di daerah Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Selasa (25/11/2014) siang.
Asep melalui perjalanan panjang menjadi penganyam tanah liat. Bapak dua anak itu sejatinya bekerja sebagai tukang pijat orang dewasa dan bayi. Kakek dari garis keturunan ayahnya mewariskan keahlian memijat kepada Asep. Awal 2006, sebelum gempa mengguncang DIY, Asep menginjakan kakinya ke Jogja untuk mengadu nasib sebagai pemijat. Saat bencana gempa, Asep turut menjadi sukarelawan menyembuhkan korban patah tulang dengan teknik pijat.
Setahun kemudian pada 2007, ia masuk Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Baru pada semester ketiga, ia secara tidak sengaja menemukan teknik menganyam tanah liat setelah berkali-kali menggosok tanah liat di pelajaran seni kriya. Lelaki berambut cepak itu merasa ada kesamaan teknik saat menggosok dan memilin tanah liat dengan saat ia memijat tubuh manusia.
“Hasil pilinan tanah liat itu ternyata bagus, dan bisa panjang juga rapi,” kata lelaki berusia 31 tahun itu.
Asep tak memerlukan cetakan untuk membentuk tanah liat menjadi seperti potongan bambu kecil dan tipis yang siap dianyam. Proses memilin itu hanya mengandalkan perasaan agar tanah yang dipilin menjadi rapi dan serupa ukurannya. Setelah bahan anyaman dipilin, ia mulai menganyamnya menjadi berbagai macam rupa. Sebelumnya, Asep menyiapkan sketsa di atas kertas untuk barang yang akan dibentuk dari anyaman tanah. Setelah selesai, produk anyaman lalu dibakar di dalam oven.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pantai Kulonprogo Berbahaya, Petugas Larang Wisatawan Berenang
- 157 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,9 Miliar
- 31 Perusahaan Diadukan Terkait THR di DIY, Baru 2 yang Sudah Bayar
- Mudik Naik Sepeda, Warga Bantul Tersasar ke Tol Purwomartani
- Sleman Tak Terapkan WFA, Pelayanan Publik Tetap Tatap Muka
Advertisement
Advertisement




