BUNUH DIRI SLEMAN : Ratusan Relawan Cari Korban Bunuh Diri

Sejumlah relawan melakukan pemantauan arus di area pencarian di kawasan Pingitan, Sumberarum, Moyudan, Sleman, Sabtu (3/1/2015). Pemantauan arus dilakukan untuk membantu pelaksanaan penyelaman di searching area. (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
03 Januari 2015 20:15 WIB Sunartono Sleman Share :

Bunuh diri Sleman, Purwati, 37 yang menceburkan diri di Sungai Progo pada Jumat (2/1/2015) hingga Sabtu (3/1/2015) belum juga ditemukan.

Harianjogja.com, SLEMAN - Sedikitnya 200 relawan menyisir Sungai Progo di kawasan Kecamatan Minggir dan Moyudan, Sleman, Sabtu (3/1/2015). Mereka tengah berupaya menemukan Purwanti yang diketahui melakukan upaya bunuh diri dengan mencebur ke sungai di perbatasan Sleman dan Kulonprogo itu pada Jumat (2/1/2014).

Korban yang nekat menceburkan diri ke arus deras sungai Progo yaitu Purwati, 37, warga RT 01 RW 01, Dusun Prapak Kulon, Sendangmulyo, Minggir, Sleman. Aksi itu sempat disaksikan oleh Sudiyono, 50, warga Mergan RT 04 RW 05, Sendangmulyo, Minggir. Sudiyono tengah memancing di pinggiran sungai Progo sekitar pukul 11.30 WIB, Jumat (2/1/2015).

Kapolsek Minggir AKP Samidi menjelaskan berdasarkan keterangan saksi Sudiyono, korban sempat terlihat tangannya berkali-kali. Dugaannya korban nekat bunuh diri karena sedang mempunyai masalah keluarga. Sebelum nekat bunuh diri, korban sempat meninggalkan tulisan akan pergi selama-lamanya. Tulisan itu ditinggal di rumah korban dan ditemukan oleh pihak keluarga.

"Awalnya oleh saksi dikira hanya akan bermain saja ke sungai jadi saksi tidak curiga," terang Samidi, Sabtu (2/1/2015).

Ratusan relawan dari Basarnas, SAR DIY, BPBD Sleman, SAR Sleman dan Kulonprogo selama 24 jam telah melakukan pencarian tapi hasilnya nihil. Relawan menggunakan berbagai peralatan seperti perahu karet serta berbagai peralatan selam. Selain di sekitar TKP, penyelaman juga dilakukan di area berjarak sekitar satu kilometer dari TKP. Tepatnya di kawasan Pingitan, Sumberarum, Moyudan.